Rawan Karhutla, Kelompok Masyarakat Peduli Api Kembali Dibentuk di Distrik Manekar, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat

 

 

Rawan Karhutla, Kelompok Masyarakat Peduli Api Kembali Dibentuk di Distrik Manekar, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat

                                                                               Distrik Manekar, 7 Oktober 2020

Kegiatan pembentukan kelompok MPA ini dilaksanakan pada Rabu, tanggal 7 Oktober 2020 di Distrik Manekar, Kabupaten Tambrauw. Sehari sebelumnya, panitia melakukan koordinasi dengan Kepala Distrik Manekar, Nikolas Sasior, S.Pd perihal agenda pelaksanaan kegiatan.

15102020papua0301Kelompok MPA yang dibentuk sebanyak 3 (tiga) kelompok dengan jumlah anggota 45 (empat puluh lima) orang. Kelompok ini keterwakilan dari kampung-kampung yang ada di Distrik Manekar yaitu Kampung Atai, Kampung Akmuri dan Kampung Aneti. Kegiatan pembentukan MPA ini dimulai pada pukul 08.00 WIT di Balai Kampung Aneti dengan proses registrasi peserta, pengecekan suhu tubuh, pembagian personal use seperti baju, sepatu boot dan gepyok. Acara pembentukan MPA dibuka oleh Franky D.J. Tutuarima, S.Hut.,M.Si (Kepala Seksi Program dan Evaluasi) mewakili Kepala BPPIKHL Wilayah Maluku Papua, setelah acara dibuka dan berdoa, para peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Tanah Papua.

 

 

Kapolsek Kebar dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Brigpol Chaeril Anwar menyampaikan ‘Kami sebagai satgas mendukung penuh upaya pemerintah dalam 15102020papua0302pengendalian Karhutla terkhusus upaya pencegahannya. Kita tahu disini masyarakat sangat menjunjung tinggi hukum adat, namun jika ada yang membakar dan menyebabkan kerugian yang menyangkut hidup masyarakat seperti terbakarnya rumah dan hewan peliharaan akan tetap diproses secara hukum karena itu tindak pidana dengan hukuman minimal 5 (lima) tahun penjara. Kalau dorang mau membuka kebun, kalau bisa secara alami. Masyarakat disini suka sekali membakar entah tujuannya apa kita tidak tahu. Di akhir sambutannya, Chaeril menyampaikan terima kasih kepada Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua yang telah melaksanakan kegiatan ini, memberikan pemahaman kepada masyarakat. Nikolas Sasior, S.Pd selaku Kepala Distrik Kebar dalam sambutannya juga berterima kasih karena sudah mewadahi mereka dalam kegiatan pengendalian Karhutla, ‘Beginilah kondisi[M1] kami tapi kami siap[M2] untuk membantu pemerintah untuk mengendalikan kebakaran hutan. Kami sangat perlu ini’ ungkapnya.[M3]

 

Pada kegiatan pembentukan ini, kelompok MPA dibekali dengan pengetahuan secara teoritis. Materi yang disampaikan oleh Franky D.J. Tutuarima, S.Hut .,M.Si meliputi gambaran umum perubahan iklim, teknik dasar pengendalian kebakaran hutan dan lahan seperti alat pemadaman dan teknik pemadaman, pelaporan, dan pengenalan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang yang sebenarnya sudah dilakukan sehari-hari. Selain pengetahuan teoritis, masyarakat juga dibekali dengan kegiatan praktik yang dipandu oleh Yotam Aruri. Dalam kesempatan ini, dilakukan demo pemadaman api dengan menggunakan gepyok atau pemukul api. Kelompok MPA juga dilatih baris-berbaris untuk meningkatkan jiwa korsa.

Di akhir acara yang ditutup oleh Nikolas Sasior, S.Pd menyampaikan telah terbentuklah Kelompok Masyarakat Peduli Api di Distrik Manekar yaitu MPA Sontiri, MPA Anasman dan MPA Apan. ‘Marilah kita dengan tanggungjawab melaksanakan tugas ini, mari kitorang bersama-sama jaga kita pu wilayah’ tutupnya.

Dokumentasi lainnya:

15102020papua0303

15102020papua0304

15102020papua0305

Sumber: Yusrani Dwi Paulina, S.Hut dan Yotam Aruri

(Humas BPPIKHL-MAP)


 

 

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT