UPAYA PENGENDALIAN KARHUTLA TURUNKAN JUMLAH HOTSPOT

 Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama para pihak berhasil menurunkan 90% hotspot. Meskipun masa kritis karhutla pada Bulan Agustus sudah terlewati, Manggala Agni masih terus meningkatkan kewaspadaan bencana karhutla pada tahun ini. Upaya pencegahan karhutla di tingkat tapak masih dilaksanakan di beberapa provinsi rawan.

16092020pkhl0201

Radian Bagyono Kepala Sub Direktorat Pemadaman Karhutla mewakili Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan mengungkapkan Satgas Karhutla yang Manggala Agni berada di dalamnya sudah bergerak sejak awal tahun untuk meminimalisir terjadinya karhutla. Upaya-upaya pengendalian seperti patroli terpadu, patroli pencegahan, kampanye, sosialisasi, dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah dilaksanakan.

“Manggala Agni bersama TNI, POLRI, BPBD, Dinas Pemadam Kota, dan masyarakat di lapangan sudah bergerak sejak bulan Februari, sehingga kami bersyukur sampai hari ini hotspot menurun 90% jika dibandingkan dengan tahun 2019,” tambah Radian.

Radian mengungkapkan TMC merupakan upaya baru dalam pengendalian karhutla. TMC digunakan untuk meningkatkan curah hujan untuk mengisi embung, sekat kanal, dan membasahi gambut sebagai upaya pencegahan.

“Pada tahun 2015-2019 TMC digunakan untuk upaya pemadaman karhutla. Namun pada 2020 ini TMC digunakan sebagai upaya pencegahan agar lahan tidak terbakar,” ungkap Radian.

Radian menambahkan TMC dilaksanakan dengan menginduksi awan potensial di wilayah kering sehingga menjadi hujan. Menurut laporan dari BMKG curah hujan meningkat 20-50% setelah dilakukan induksi pada awan, sehingga resiko terjadi karhutla menurun.

Kadarwanto, Kepala Daops Kalimantan XI/Sintang, mengungkapkan dalam rangka sosialisasi dan kampanye pencegahan karhutla kami senantiasa melakukan pendekatan kepada masyarakat. Kami melakukan pendampingan desa rawan karhutla untuk memanfaatkan potensi ekonomi di desa tersebut sehingga meminimalisir karhutla.


“Selain bersosialisasi dengan masyarakat di tingkat tapak kami juga bersinergi dengan para pihak. September ini kami melakukan Apel Siaga pengendalian karhutla se-Provinsi Kalbar yang dilaksanakan dengan melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Pemerintah Daerah dan masyarakat,” ungkap Kadarwanto.

Tri Prayogi, Koordinator Manggala Agni Provinsi Sumatera Selatan, mengungkapkan kami sudah melakukan perubahan paradigma dalam pengendalian karhutla. Sejak tahun 2016, telah diutamakan upaya pencegahan karhutla dibandingkan dengan upaya pemadaman.

“Upaya pencegahan kami lakukan dengan patroli terpadu dan patrol mandiri oleh Manggala Agni serta patroli udara untuk memantau wilayah yang terdeteksi karhutla,” ungkap.

Kita mengharapkan dengan perubahan paradigma, upaya baru pengendalian karhutla, serta, terjalinnya sinergitas para pihak dalam pengendalian karhutla pada masa yang akan datang bencana karhutla semakin dapat dikendalikan.

16092020pkhl0202

16092020pkhl0203

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT