Sinergitas BPPIKHL JabalNusa dan TN Alas Purwo dalam Bimbingan Teknis Kesiapsiagaan Dalkarhutla

 

Banyuwangi, 9 September 2020

Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa Bali Nusa 13092020jbn0501Tenggara (BPPIKHL JabalNusa) bekerja sama dengan Taman Nasional Alas Purwo untuk melakukan Bimbingan Teknis Kesiapsiagan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Kegiatan ini dilakukan pada selasa, 8 september 2020 di SPTN Wilayah I Tegaldlimo BTN Alas Purwo dan dihadiri oleh 20 orang peserta Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) Macan Tutul.

Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi adanya kebakaran hutan dan lahan di wilayah TN Alas Purwo, dimana pengendalian kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu program prioritas nasional yang memerlukan keseriusan dalam penanganannya. Sejalan dengan hal tersebut, narasumber pertama Indra K H, Kepala Seksi Program Dalkarhutla, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan tenaga, sarana dan prasarana hingga strategi pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Dalam paparannya, Indra mengungkapkan pentingnya pemeliharaan sarana dan prasarana pengendalian karhutla agar sarana dan prasarana dalam kondisi baik dan siap sedia digunakan apabila terjadi kejadian kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, regu brigdalkarhutla juga diberikan strategi antisipasi dalkarhutla dengan pendekatan hotspot (titik panas). Regu brigdalkarhutla diharapkan aktif untuk memonitor hotspot di sekitar kawasannya. Kegiatan monitoring hotspot dapat dilakukan melalui web sipongi.menlhk.go.id. Jika menemukan hotspot dengan tingkat kepercayaan diatas 80%, regu brigdalkarhutla bisa melakukan groundcheck untuk memastikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Reaksi cepat dan kesiapsiagaan menjadi kunci yang penting untuk melakukan pemadaman dini, jika menemukan api dari hasil groundcheck tersebut. Indra juga mengungkapkan pentingnya untuk membangun jejaring pengendalian karhutla bersama masyarakat, terutama pelibatan Masyarakat Peduli Api (MPA). Beliau memberikan apresiasi kepada Brigdalkarhutla Macan Tutul yang anggotanya terdiri dari Polhut dan juga MPA. “Saya sangat mengapresiasi langkah TN Alas Purwo yang membentuk, membina hingga melibatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam pengendalian karhutla dan juga kepada BPPIKHL JabalNusa yang memfasilitas kegiatan penguatan jejaring pengendalian karhutla ini” ujarnya.

Setelah mendapatkan materi dari perwakilan Direktorat PKHL, regu brigdalkarhutla mendapatkan 13092020jbn0502pemahaman mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan oleh Probo Wresni Adji, Kepala SPTN Wilayah I Tegaldlimo BTN Alas Purwo. Dalam paparannya, Probo mengungkapkan penyebab kebakaran hutan yang terjadi di TN Alas Purwo, diantaranya kesengajaan atau kelalaian manusia. Misalnya pengambil madu hutan yang membakar semak atau pohon untuk menghindari sengatan lebah, hingga adanya nelayan yang menepi untuk beristirahat di kawasan TN Alas Purwo dan membuat perapian yang dapat menjadi kebakaran hutan jika apinya tidak dipadamkan dengan benar. Beliau juga mengingatkan regu brigdalkarhutla untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di beberapa bulan ke depan. Meskipun menurut perkiraan BMKG musim kemarau berakhir di Oktober, namun kejadian karhutla bisa terjadi kapan saja di TN Alas Purwo. Misalnya kejadian kebakaran hutan yang terjadi di bulan Desember tahun lalu. Pentingnya deteksi dini juga menjadi perhatian khusus agar penanggulangan karhutla bisa dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak eskalasi yang besar. Hal ini didukung oleh pemateri ketiga yang memberikan materi mengenai deteksi dini dan pelaporan karhutla. Materi ini disampaikan oleh Hari Sudrajat, narasumber dari BPPIKHL JabalNusa. Hari memberikan pemahaman mengenai tata cara penggunaan web sipongi.menlhk.go.id dan lowres-catalog.lapan.go.id yang menjadi acuan dalam pemantauan hotspot. Dua website ini juga menjadi tools utama dalam pemantauan hotspot yang dilakukan oleh BPPIKHL JabalNusa di seluruh wilayah kerja. Hari juga memberikan format pelaporan groundcheck dan kejadian karhutla yang telah mengacu Peraturan Direktur Jenderal PPI No. 8 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaporan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim

13092020jbn0503

Bimbingan teknis Kesiapsiagaan Dalkarhutla ditutup oleh narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Banyuwangi, Eka Muharam. Dengan penuh semangat, Eka menyampaikan materi mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Eka mengungkapkan brigdalkarhutla merupakan ujung tombak dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasannya. Dalam dunia Kesehatan, beliau menggambarkan bahwa brigdalkarhutla merupakan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan). Regu ini harus sigap dan siap jika terjadi kebakaran untuk mencegah kebakaran meluas sehingga dampak yang merugikan akan semakin besar. Jika kebakaran hutan sudah cukup besar dan tidak terkendali, BPBD akan sigap membantu penanganannya seperti yang pernah terjadi di daerah Kawah Ijen tahun 2019 lalu. Kebakaran hutan yang cukup besar di daerah tersebut membuat BPBD mengirimkan helikopter untuk water bombing agar api dapat segera dipadamkan. Pada penutup materi, Eka mengajak semua stakeholder untuk saling bekerjasama dalam pengendalian karhutla. “Perlu sinergitas Bersama untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Mari kita kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas secara bersama-sama” pungkasnya.

Kehumasan BPPIKHL JabalNusa

Satrio Sapta Nugroho, S. Hut

13092020jbn0504

 

13092020jbn0505

 

Tags: Sekretariat Direktorat Jendral, Pengendalian Kebakaran Hutan, Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT