Formulir Pemetaan Ketahanan Pangan-Adaptasi Perubahan Iklim Pasca Covid 19 (fp-TANGAN API C-19)

 

Formulir Pemetaan Ketahanan Pangan-Adaptasi Perubahan Iklim Pasca Covid 19

(fp-TANGAN API C-19)

Pandemi Covid 19 telah menimbulkan dampak merugikan ke berbagai sektor kehidupan. Pembatasan aktivitas masyarakat diluar rumah telah melemahkan aktivitas perekonomian nasional. Akibatnya, daya beli masyarakat ikut mengalami penurunan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS memperkirakan daya beli masyarakat yang hilang sejak 30 Maret hingga 6 Juni 2020 mencapai Rp 362 Trilyun. Berkurangnya daya beli masyarakat ikut mengganggu perekonomian petani-petani lokal. Di beberapa tempat, harga jual bahan pangan mengalami penurunan akibat kurangnya permintaan, namun produksi tetap melimpah. Adanya impor beberapa bahan pangan juga menambah potensi kerugian petani lokal di tingkat desa. Untuk mengatasi ketimpangan ini, BPPIKHL JabalNusa menggagas gerakan pemetaan produksi serta kebutuhan pangan dan non pangan di tingkat Kampung (pedesaan dan perkotaan). Tersedianya data dan informasi yang jelas mengenai produksi dan kebutuhan pangan di suatu daerah, diharapkan menjadi penyeimbang agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan kesejahteraan petani lokal dapat terjaga di tengah kondisi pandemi.

jbnomen20jun51

Sistem ini akan memberikan informasi jumlah pemenuhan kebutuhan dari tingkat desa yang didasarkan pada jumlah produksi dan kebutuhan di suatu desa. Daerah yang mengalami surplus atau defisit kebutuhan pangan akan mudah terdeteksi sehingga bisa dilakukan subsidi silang. Pemetaan kebutuhan dan kelebihan bahan pangan dapat memungkinkan terbentuknya marketplace online yang bisa menjadi solusi dalam protokol pencegahan Covid-19 untuk mengurangi kerumunan masyarakat. Adanya program kampung iklim juga diharapkan dapat membantu desa-desa di sekitar lokasinya dengan cara berkolaborasi untuk pemenuhan kebutuhan pangan. Langkah ini sejalan dengan semangat aksi Adaptasi Perubahan iklim di bidang ketahanan pangan yang terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, khususnya BPPIKHL JabalNusa. Data yang dihasilkan dari sistem ini akan tercatat sebagai aksi adaptasi perubahan iklim bidang ketahanan pangan yang akan dilaporkan ke UNFCCC sebagai amanat dari Paris Agreement. Ayo, catat aktivitas produksi pangan anda melalui link ini https://bit.ly/fpTanganApiC19 . Kebutuhan Pangan Terjaga, Petani Sejahtera!

jbnomen20jun52

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT