HAND SANITIZER DAUN SIRIH SOLUSI KELANGKAAN YANG RAMAH PERUBAHAN IKLIM

 

HAND SANITIZER DAUN SIRIH

SOLUSI KELANGKAAN YANG RAMAH PERUBAHAN IKLIM

kalmaret2091

 

Paser-BPPIKHL KAL.  Di tengah kelangkaan Hand Sanitizer, Daops Kalimantan XII/Paser membuat hand sanitizer alami dengan menggunakan bahan herbal daun sirih, Paser-Kalimantan Timur (23/03/2020).

Kreatifitas dan manggala agni (MA) seolah tak terpisahkan, tidak hanya terkait pengendalian karhutla, bahkan terhadap isu dimasyarakat.

Di tengah maraknya penyebaran COVID-19 yang menyebabkan tingginya permintaan hand sanitizer dan diikuti dengan kelangkaan produk tersebut di pasaran  mendorong  anggota MA Daops Kalimantan XII/Paser untuk membuat hand sanitizer alami berbahan daun sirih.

Tak perlu jauh-jauh mencari daun sirih, bahan baku pembuatan  hand sanitizer ini diambil dari Demplot Program Kampung Iklim (Proklim) Daops Kalimantan XII Paser sendiri.

 Daun sirih sendiri sudah dikenal sebagai salah satu antiseptik alami oleh masyarakat luas.  Dikutip dari GridFame.id, bahwa penggunaan hand sanitizer dari daun sirih ini telah diuji oleh Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya.

“Daun sirih sering dijumpai sebagai tanaman hias dibanyak rumah. Selain itu tanaman sirih juga dikenal sebagai tumbuhan yang memiliki banyak manfaat. Tanaman ini memiliki daun lebar dan biasanya tumbuh menjulur atau menjalar. Daunnya penuh dengan vitamin seperti vitamin C, sumber kalsium yang bagus dan beragam jenis minyak esensial”, tutur Rosidi Kepala Regu II Daops Manggala Agni Kalimantan XII/Paser pada saat praktek pembuatan hand sanitizer berbahan daun sirih (22/3/2020).

Rosidi juga menjelaskan upaya pembuatan hand sanitizer berbahan daun sirih ini salah satu alternatif untuk mengatasi kelangkaan hand sanitizer yang biasanya berada dipasaran, serta salah satu bentuk upaya adaptasi dan mitigasi Perubahan Iklim.

Dengan membuat hand sanitizer sendiri dan menempatkan pada wadah yang sudah kita miliki merupakan satu langkah untuk mengurangi konsumsi plastik kemasan hand sanitizer komersil.  Selain itu dengan memanfaatkan sirih sebagai hand sanitizer merupakan bentuk pengurangan  konsumsi bahan kimia yang produksinya menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Dilihat dari kaca mata adaptasi perubahan iklim, dengan dikenalnya sirih sebagai antiseptik mendorong masyarakat untuk membudidayakan sirih di lingkungan rumah sehingga ketergantungan terhadap antiseptik sintetis/kimia dapat menurun.

 

kalmaret2092

Proses mengambilan dan mencuci daun sirih

 

Menurut Kepala Daops  Kalimantan XII/Paser, H. M. Faisal, kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan hand samitizer serta mengoptimalisasikan Apotik Hidup di Demplot Proklim.

“Prinsipnya kita mencoba untuk mengatasi kelangkaan hand sanitizer, disaat kita (Manggala Agni) mengerti teknologi sederhananya secara manfaatnya juga tidak kalah dengan hand sanitizer yang ada dipasaran mengapa tidak, terlebih bahan baku (daun sirih) tersedia di Apotik Hidup Demplot Proklim Daops Manggala Agni Kalimantan XII/Paser”. Ujar Faisal (23/3/2020).

 

 

kalmaret2093

Hand sanitizer berbahan daun sirih siap digunakan

 (Humas Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan Tahun 2020/Daops Kalimantan XII/Paser).

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT