Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Maluku Tengah

 

Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua

 

Seram Utara, 20 Maret 2020

urusan kebakaran bukan hanya tugas dari MPA, urusan kebakaran bukan hanya tugas dari PPI, tapi itu tugas kita semua, mari kita jaga alam kita sama-sama, untuk kesejahteraan kita semua“ tangkas kalimat yang diucapkan oleh Sekretaris Desa Negeri Air Besar.

mapuamaret2011

Gambar 1. Foto bersama dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pengendalian Karhutla di Kabupaten Maluku Tengah

Pada tahun 2019, Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua telah melaksanakan kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Maluku tepatnya di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Untuk menilai efektifitas kegiatan penanggulangan karhutla serta masukan dan saran dari MPA Aitoto dan Binaya, maka dilakukanlah kegiatan Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan metode pertemuan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dari anggota MPA.

Di tengah isu global terkait COVID-19 di Indonesia, tim dari Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua tetap melaksanakan kegiatan Monev di Kecamatan Seram Utara, mengingat Maluku dan Papua bukan merupakan wilayah prioritas pandemi dan kegiatan harus tetap dilaksanakan, maka tim yang beranggotakan empat orang tetap berangkat dari Manokwari menuju Pulau Seram baik melalui jalur udara, jalur darat, maupun jalur laut.

Kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi awal dengan Balai Taman Nasional Manusela, yaitu dengan Koordinator Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Iik Ikhwan Puadin, SP, Koordinator Jabatan Fungsional Polisi Kehutanan Lucas Sosellisa, S.Sos dan Kepala Seksi PTN I Balai TN Manusela Sugeng Handoyo, S.Hut dalam hal ini sebagai PLH Kepala Balai TN Manusela karena Kepala Balai dan Kasubbag Tata Usaha sedang tidak ada di tempat. Beliau menuturkan bahwa memang kehadiran Balai PPIKHL dan MPA sangat membantu penanggulangan karhutla yang terjadi di sekitar wilayah TN Manusela. Akan tetapi, beliau memberi masukan alangkah lebih baiknya berkoordinasi lebih dahulu kepada pihak Balai TN Manusela agar pihak Balai TN Manusela juga bisa menugaskan petugasnya untuk ikut membantu dalam proses kegiatannya, karena masalah kebakaran ini adalah masalah yang kompleks sehingga butuh kerja sama antar organisasi untuk menanggulanginya.

mapuamaret2012

Gambar 2. Koordinasi dengan Kepala Seksi SPTN I Wahai

Setelah berkoordinasi dengan pihak Balai TN Manusela, tim berangkat dari Masohi menuju Wahai dengan didampingi oleh Koordinator Jabatan Fungsional Polisi Kehutanan Balai TN Manusela Lucas Sosellisa, S.Sos.

Tepat tanggal 18 Maret 2020, kegiatan dilaksanakan di Balai Kampung Air Besar. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua panitia, pembacaan doa dan foto bersama kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Seksi Program dan Evaluasi Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua Franky D.J. Tutuarima, S.Hut, M.Si. Setelah pemaparan selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

mapuamaret2013

Gambar 3. Pemaparan materi oleh narasumber

“Pos jaga sangat dibutuhkan sehingga kami bisa melakukan pengawasan setiap hari secara bergantian dengan anggota yang lain” ungkap Simson Yawa dari MPA Binaya. Selanjutnya Sawal Ngidiho dari MPA Aitoto menyampaikan “Sebaiknya kegiatan penanggulangan karhutla tidak hanya dilaksanakan pada musim panas, akan tetapi juga dilakukan menjelang musim panas tiba” Selanjutnya anggota MPA Binaya Hengki Ilelapotoa memberikan masukan mengenai sarana dan prasarana yang sangat minim. Bantuan penambahan fasilitas pemadaman seperti Jetsooter dan Alkon akan sangat membantu dalam proses pemadaman karhutla.

mapuamaret2014

Gambar 4. Sesi diskusi yang disampaikan oleh anggota MPA

Sesi diskusi tidak hanya berlangsung di antara MPA dan Balai PPIKHL. Sekretaris Kampung Air Besar pun ikut memberi masukan. Beliau menyampaikan bahwa karhutla ini bukan hanya tugas MPA, Balai PPIKHL, maupun TN Manusela, tapi juga tugas kita semua masyarakat. Karena ketika terjadi kebakaran dampaknya sangat besar terhadap mata pencaharian dan kesejahteraan juga sulit tercapai.

Selanjutnya dari pihak Balai TN Manusela juga turut memberikan masukan terkait penanggulangan karhutla yang selama ini terjadi. “Masalah terbesar dalam kejadian selama ini adalah ketidaksadaran dan ketidakpahaman Pemerintah Daerah akan tupoksinya terkait kejadian karhutla. Beban selalu diberikan kepada pihak TN Manusela dan Balai PPIKHL, akan sangat kesulitan apabila kejadian kebakaran ini tidak ada bentuk dukungan dari pemerintah daerah” ungkap beliau.

mapuamaret2015

Gambar 5. Diskusi yang disampaikan oleh pihak TN Manusela dan Sekretaris Desa Negeri Air Besar

Setelah proses diskusi selesai, dilanjutkan dengan proses pengisian kuesioner oleh MPA terkait kegiatan penanggulangan karhutla yang selama ini sudah dilakukan Balai PPIKHL Maluku Papua. Setelah pengisian kuesioner selesai, kegiatan monev ditutup oleh Franky Tutuarima D.J. Tutarima S.Hut, M.Si.

Tim Publikasi Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT