• Beranda
  • Berita
  • WORKSHOP KOMPILASI FAKTOR EMISI UNTUK PENDUGAAN EMISI GRK DAN REFERENCE LEVEL DALAM KERANGKA PROGRAM BIOCF-ISFL, PROVINSI JAMBI

WORKSHOP KOMPILASI FAKTOR EMISI UNTUK PENDUGAAN EMISI GRK DAN REFERENCE LEVEL DALAM KERANGKA PROGRAM BIOCF-ISFL, PROVINSI JAMBI

 WORKSHOP KOMPILASI FAKTOR EMISI UNTUK PENDUGAAN EMISI GRK DAN REFERENCE LEVEL DALAM KERANGKA PROGRAM BIOCF-ISFL, PROVINSI JAMBI

Jambi-30 Agustus 2019, Dalam rangka fase penyiapan program BioCF-ISFL, penggunaan Tier 3 di dalam pengumpulan factor emisi sangat diharapkan karena memiliki ketelitian dan presisi yang lebih tinggi dibandingkan Tier 1 dan Tier 2. Untuk itu, pengumpulan data cadangan karbon dan factor emisi yang ada dan pernah diukur oleh berbagai pihak di Provinsi Jambi sangat penting. Direktorat Inventarisasi GRK berkolaborasi dengan Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim telah melaksanakan pengumpulan data cadangan karbon dan factor emisi lokal provinsi Jambi melalui workshop Kompilasi Faktor Emisi Untuk Pendugaan Emisi GRK dan Reference Level dalam Kerangka Program BIOCF-ISFL di Provinsi Jambi tanggal 29-30 Agustus 2019.

igrkagus1901

Dok. Direktorat IGRK dan MPV. Kegiatan Kompilasi Faktor Emisi Untuk Pendugaan Emisi GRK dan Reference Level dalam Kerangka Program BIOCF-ISFL di Provinsi Jambi tanggal 29-30 Agustus 2019.

Sasaran dari workshop ini adalah pengumpulan data pengukuran lapangan dan kompilasi data cadangan karbon yangdilakukan berbagai pihak baikdata mentah maupun data hasil pengolahan yang ada di Provinsi Jambi, pembahasan format dan disain database untuk kompilasi, melakukan analisa statistik untuk data-data mentah dan olahan yang terkumpulpengisian Emission Reduction Project Document (ERPD).

Dalam workshop ini narasumber berasal dari Universitas Jambi, Universitas Lampung, IPB, Badan Litbang dan Inovasi KLHK, The Nature Conservation. Masing-masing memaparkan hasil pengumpulan data cadangan karbon, metodologi pengumpulan data dan penentuan factor emisi serta kompilasi dari berbagai data di lapangan. Beberapa data lapangan yang terkumpul berasal dari beberapa lokasi di antaranyakawasan hutan PT REKI, KPHP Tanjung Jabung Timur, KPHP Unit VIII Sarolangun, TN Brebak Sembilang, TN Bukit Tiga Puluh, serta cadangan karbon wilayah Sumatera dan berbagai kelas hutan untuk tingkat nasional.

Terdapat tantangan dalam pengumpulan nilai cadangan karbon ini dimana referensi masih terbatas pada tipe tutupan hutan tertentu dan non hutan. Referensi nilai cadangan karbon yang ada terbatas pada region tertentu serta informasi publik dalam publikasi yang tidak lengkap. Untuk itu perlu adanya terobosan atau kebijakan baru yang terkait untuk mendetailkan nilai cadangan karbon terutama ditingkat tapak, serta mengintegrasikan data-data yang ada, mengingat data faktor emisi ini amat diperlukan dalam perhitungan emisi GRK sub nasional yang mendukung data nasional.

****

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT