• Beranda
  • Berita
  • Peluang dan Tantangan Sinergitas Multipihak dalam Pengembangan Integrated Sustainable Landscape Management untuk Mendukung Pencapaian Target NDC di Provinsi Bali

Peluang dan Tantangan Sinergitas Multipihak dalam Pengembangan Integrated Sustainable Landscape Management untuk Mendukung Pencapaian Target NDC di Provinsi Bali

 Peluang dan Tantangan Sinergitas Multipihak dalam

Pengembangan Integrated Sustainable Landscape Management

untuk Mendukung Pencapaian Target NDC di Provinsi Bali

Balai PPIKHL Wilayah Jabanusra bersama Balai KSDA Bali menginisiasi pertemuan dengan tajuk Focus Group Discussion (FGD) :Sinergi Pengelolaan TWA dalam rangka Mendukung Pelaksanaan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Bidang Kehutanan. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun kesepahaman bersama dan kesepakatan di antara unit manajemen bidang kehutanan di Provinsi Bali. Pertemuan diselenggarakan pada hari Selasa, 29 Oktober 2019 di ruang rapat Balai KSDA Bali.

balinov1901

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Bali, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusa Tenggara, BPDASHL Unda Anyar, Balai PPIKHL Wilayah Jawa Bali Nusra, BPKH Wilayah VIII Denpasar, KPH Bali Utara, KPH Bali Timur, KPH Bali Selatan, Balai KSDA Bali, KPHK Bedugul Sangeh beserta Bakti Rimbawan, KPHK Kintamani beserta Bakti Rimbawan dan seluruh Koordinator Urusan Lingkup Balai KSDA Bali. Masing-masing perwakilan instansi menyampaikan dukungannya terhadap inisiasi tersebut dan diharapkan dapat dilaksanakan di unit manajemen lingkup Provinsi Bali.

Dalam pertemuan ini, Kepala Balai KSDA Bali, Dr. R. Agus Budi Santosa, S.Hut., M.T. menyampaikan materi tentang Peluang Dukungan Instansi Terkait dalam Rangka Mendukung Pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) di Provinsi Bali. Opsi Desain Pengelolaan TWA Terintegrasi dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Bidang Kehutanan menjadi fokus penekanan yang disampaikan dalam paparan Haryo Pambudi, S.Hut., M.Sc, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Jawa Bali Nusra. Secara garis besar, kedua Kepala Balai tersebut menunjukkan dan memberi referensi tentang sebuah pendekatan yang terintegrasi dalam pengelolaan sektor kehutanan melalui pendekatan Integrated Sustainable Landscape Management (ISLM). Berdasarkan terjemahan bebas dari The United Nations, ISLM merupakan sebuah pendekatan tata kelola lanskap jangka panjang yang dilakukan secara kolaboratif oleh multi pihak dengan sudut pandang pengelolaan lanskap sebagai sebuah sistem ekologi, ekonomi dan sosial.

Pendekatan pengelolaan ini diharapkan dapat mensinergikan peran seluruh pihak mulai dari penyediaan potret tutupan lahan, identifikasi penyebab perubahan lahan sampai dengan strategi intervensi yang dituangkan rencana pengelolaan termasuk melalui program kampung iklim yang menjadi salah satu prioritas penggunaan dana desa di tahun 2020. Hal ini juga sejalan dengan visi misi Gubernur Bali “Nangun Sad Kertih Loka Bali” yang dapat diartikan membangun Bali berdasarkan keharmonisan alam sehingga dapat menjadi momen yang tepat untuk mengimplementasikan ISLM. Selain hal tersebut, disampaikan juga berbagai referensi tentang potensi dan peluang terhadap akses sumber-sumber pendanaan yang dapat mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang banyak tersedia.

balinov1902

Pertemuan ini merupakan langkah awal untuk membangun kesepahaman dalam melaksanakan pengeloaan hutan dan lahan yang terintegrasi sekaligus mengidentifikasi modalitas dan tantangan di masing-masing instansi untuk mencapai peningkatan kinerja di wilayah yurisdiksi Provinsi Bali. Beberapa tantangan yang dihadapai di tingkat tapak diantaranya deforestasi di wilayah Bali Utara, rusaknya kawasan KPH Bali Timur seluas 215 hektar atau 80% dari luas kawasan KPH Bali Timur akibat erupsi Gunung Agung tahun 2017, kebakaran hutan, pendangkalan dan penurunan kualitas air di Danau Batur, kekeringan yang sangat tinggi di daerah Bali Timur, keberhasilan kegiatan perhutanan sosial di Desa Wanagiri.

Beberapa input yang diperoleh dari hasil diskusi dalam mewujudkan Integrated Sustainable Landscape Management di Provinsi Bali diantaranya adalah kesepahaman antar intansi dalam berkolaborasi mewujudkanpengelolaan ISLM, pengaturan kelembagaan dalam berbagi peran untuk mengatasi ego sektoral antar UPT/institusi. Perwakilan peserta juga menyepakati perlunya mekanisme sharing data dan informasi antar instansi, mobilisasi sumber-sumber pendanaan, penetapan fokus lokasi, serta perlunya pelibatan dengan lembaga mitra pembangunan dan perguruan tinggi. (ugikJBN)

balinov1903

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT