Manggala Agni Daops Muara Bulian Jalani Patroli Terpadu Fase Ketiga

Manggala Agni Daops Muara Bulian Jalani Patroli Terpadu Fase Ketiga

sumokt1921

(Tim saat melaksanakan sosialisasi)

Setelah menjalani dua fase Patroli Terpadu sebelumnya pada bulan Juli dan Agustus, Manggala Agni Daops Muara Bulian kembali laksanakan Patroli Terpadu tahap ketiga tepatnya pada 20 September hingga 19 Oktober 2019.

Kali ini pelaksanaan Patdu bertambah menjadi tiga posko, bertambah satu posko dari Patdu dua fase sebelumnya. Posko tersebut masing-masing terdapat di Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kecamatan Pemayung, dan Kecamatan Batin XXIV.

sumokt1922

(Temuan Areal Bekas Kebakaran)

Penambahan posko terpadu mengacu pada semakin intensnya kejadian kebakaran hutan dan lahan sejak dua bulan lalu. Berdasarkan pada Patdu sebelumnya, Kematan Batin XXIV menjadi wilayah di Kabupten Batang Hari dengan intensitas kejadian kebakaran hutan dan lahan cukup tinggi. Sehingga perlu adanya penambahan posko Patdu.

Perbedaan lain dengan fase sebumnya, Patroli Terpadu kali ini mendapatkan dana dari DIPA Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian LHK. Sedangkan pada fase sebelumnya menggunakan DIPA Balai PPIKHL Wilayah Sumatera.

Walaupun berasal dari sumber dana yang berbeda, unsur dalam Patroli Terpadu fase ketiga tetap yani terdiri dari dua orang angota Manggala Agni, satu orang anggota Babinsa TNI, satu orang anggota Bhabinkatibmas Polri, dan satu orang MPA.

sumokt1923

(Temuan areal rawan terbakar)

Kegiatan Patdu pada fase ketiga ini masih sama yakni pertama, pengaktifan posko berjenjang (penetapan lokasi, penyiapan kelengkapan dan pengaktifan jalur komunikasi posko). Kedua, Kegiatan peninjauan lapangan meliputi , monitoring kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan, mendatangi tempat masyarakat yang sedang beraktifitas dengan potensi penggunaan api, pengecekan sumber air, pengecekan kedalaman tinggi muka air, pengecekan tingkat kekeringan vegetasi, melakukan antisipasi atau pemadaman dini pada saat menemukan kebakaran. Ketiga, kegiatan pelibatan masyarakat, dan keempat, monitoring dan evaluasi.

sumokt1924

(Pengecekan Sumber Air)

Diharapkan dengan adanya penambahan fase Patdu dan posko menjadikan wilayah jelajah dan pantauan Manggala Agni Daops Muara Bulian beserta Tim bisa menjadi lebih baik dan meningkat, sehingga kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan menjadi berkurang. (Balai PPIKHL Wil. Sumatera/Daops MBL/Deki)

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT