ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN KETANGGUHAN DI PROVINSI MALUKU

 

ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN KETANGGUHAN DI PROVINSI MALUKU

Ambon : Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim - Ditjen PPI, melakukan kunjungan lapangan meninjau perkembangan program Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK) di Provinsi Maluku. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 20 - 21 Agustus 2019. Kegiatan berupa pertemuan dengan Wakil Gubernur Provinsi Maluku dan masyarakat di beberapa lokasi pilot project. Turut dalam kunjungan ini perwakilan dari Direktorat Penurunan Risiko Bencana Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNBP) dan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat,APIK Jakarta dan APIK Regional Maluku beserta media massa lokal.

sepapi1901

Pertemuan Tim dengan Wagub Provinsi Maluku

Tim melakukan kunjungan di empat negeri (desa) yaitu Negeri Wassu dan Haruku di Pulau Haruku, serta Soya dan Allang di Pulau Ambon. Negeri Wassu, Haruku dan Allang merupakan negeri yang memiliki ketergantungan akan laut yang cukup tinggi, baik itu sebagai sumber mata pencaharian maupun sebagai akses transportasi. Sementara Negeri Soya merupakan tipe wilayah diketinggian dengan kelerengan yang sangat curam dengan ancaman berupa tanah longsor. Perubahan iklim dikhawatirkan akan meningkatkan ancaman banjir, longsor, abrasi, gelombang tinggi, kekeringan dan banjir rob yang dapat menghambat roda perekonomian masyarakat.

Kegiatan Program APIK di tingkat desa ini berupaya untuk : 1) mengindentifikasi jenis-jenis ancaman, tingkat kerentanan, tingkat kapasitas dan tingkat risiko bencana berdasarkan proyeksi iklim; 2) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun ketangguhan komunitas berbasis kesadaran kritis atas risiko bencana yang dihadapi; dan 3) Membangun komitmen bersama dengan sumberdaya yang dimiliki untuk mengurangi risiko bencana dalam satu kerangka kerja strategis dan sistematis dalam bentuk sebuah rumusan rencana aksi bersama.

sepapi1902

Display Prakiraan Cuaca di Negeri Haruku P. Haruku

Khusus di Desa Haruku dan Wassu telah dilakukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memperoleh informasi cuaca dengan memasang display prakiraan cuaca. Display hasil kerjasama APIK dengan BMKG ini berisi informasi berupa cuaca (status hujan), arah dan kecepatan angin, ketinggian gelombang, dan status peringatan. Display ini sangat membantu masyarakat untuk memprediksi cuaca harian sampai jam-jaman. Terlebih saat ini musim lebih sulit diprediksi, sebagaimana biasa masyarakat memanfaatkan kearifan lokal (nanaku) dalam memprediksi musim.

sepapi1903

Lokasi Penanaman Mangrove di Negeri Haruku

Pada hari kedua dilakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Provinsi Maluku, hadir dalam pertemuan ini adalah perwakilan dari KLHK, BNPB, USAID, USAID-APIK dan USAID-SEA, dan jajaran pemerintah Provinsi Maluku. Dalam kesempatan tersebut KLHK yang diwakili oleh Ir. Arif Wibowo, M.Sc selaku Kepala Sub Direktorat Identifikasi dan Analisis Kerentanan menyampaikan bahwa proyek APIK ini berupaya mengarusutamakan Adaptasi Perubahan Iklim dan Penurunan Risiko Bencana dalam perencanaan pembangunan sampai di level masyarakat. Proyek APIK fase ini akan berakhir pada tahun 2020 dan diharapkan upaya pembangunan berketahanan iklim tetap berjalan, baik ada maupun tidak adanya program seperti ini. Selama 4 tahun terakhir program APIK telah membangun data terkait kerentanan dan risiko bencana dan dampak perubahan iklim diberbagai sektor. Isu yang diangkat sesuai dengan karakteristik wilayah, misalnya Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara mengangkat isu DAS dan Pesisir sedangkan wilayah Maluku mengangkat isu wilayah kepulauan. Disampaikan juga bahwa secara nasional KLHK telah membangun sebuah Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan (SIDIK). SIDIK bertujuan untuk menghitung tingkat kerentanan seluruh Indonesia sampai level desa yang dapat ditambahkan indikator kerentanan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

Gubernur Provinsi Maluku berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana terkait iklim.

Kegiatan APIK di Provinsi Maluku ini merupakan bagian dari tiga regional wilayah kerja APIK yaitu Maluku, Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur. APIK memiliki tiga tujuan besar yaitu mengarusutamakan Adaptasi Perubahan Iklim dan Penurunan Risiko Bencana, membangun kapasitas masyarakat dan juga pihak swasta dalam merespon bahaya iklim dan bencana hidrometeorologi, serta penggunaan informasi cuaca iklim dalam pengambilan kebijakan.

Informasi lebih lanjut:

Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim

Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Manggala Wanbakti Blok IV Lantai 6, Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta.

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT