Selamat Jalan Kawan, Semoga Jannah Menjadi Tempatmu Kekal Di Dalamnya

 

sumagus1901

Batanghari – “Memadamkan itu bukan perkara mudah, karena nyawa taruhannya”. Kalimat itu pernah terucap dari almarhum Asmara, anggota Manggala Agni Daerah Operasi Muara Bulian yang telah berpulang pada hari Jumat (23/8/2019). Beliau meninggal dunia saat melaksanakan tugas mulia, memadamkan kebakaran hutan di Tahura Senami Sultan Thaha Syaifuddin, Kabupaten Batanghari.

Kejadian berawal dari adanya informasi kebakaran hutan dari Dinas LH Kab. Batanghari yang terjadi di Kawasan Tahura Senami pada Kamis, (22/8/2019). Tim Pemadaman Manggala Agni Daerah Operasi Muara Bulian beranggotakan 7 orang termasuk almarhum berangkat ke lokasi kejadian kebakaran sekitar pukul 13.00 WIB. Tim membawa 1 unit mobil tangki, 1 sepeda motor, dan mobil lapang Triton. Tim sampai di TKP dan langsung melakukan tindakan pemadaman bersama anggota TNI, BPBD, dan 1 regu Pam Swakarsa Tahura Senami.

 

 

sumagus1902

(Almarhum ssat melaksanakan pemadaman)

Sekitar pukul 15.00 WIB. Supali air dalam tangki mulai menipis, tim MA Daops Muara Bulian memutuskan untuk mengisi ulang air. Lokasi sumber air berjarak 2 km dari pusat kebakaran dan masih dalam Kawasan Tahura Senami. Mobil tangki berangkat disusul Triton, dan motor yang dikendarai oleh almarhum dengan ‘membonceng’ 1 orang anggota MA, Guntoro. Hanya berjarak 20 meter dari pusat kebakaran, almarhum tertimpa oleh batang pohon tepat di kepala. Almarhum seketika tak sadarkan diri dan terjatuh dari sepeda motor. Guntoro yang berada di posisi belakang selamat tanpa luka berarti. Shock dengan kejadian tersebut Guntoro berteriak memanggil anggota MA lain yang berada di mobil Triton.

Mobil segera berbaik arah. Segera tim membawa almarhum ke IGD, RSUD Abdul Majid Batoe, Muara Bulian. Pihak RS telah melakukan tindakan pertolongan pertama, namun tanpa peralatan memadai tidak dapat dilakukan upaya penyelamatan lebih lanjut. Alhasil Tim, berserta istri dan keluarga, serta Kepala Daops Muara Bulian, Rinaldi S.P merujuk almarhum ke RS. Siloam, Kota Jambi pada pukul 18.30 WIB.

Tindakan penyelamatan kembali dilanjutkan oleh tim dokter dari RS. Siloam. Hingga tengah malam almarhum tetap tidak sadarkan diri. Pukul 01.15 WIB hari Jumat 23 Agustus 2019, anggota Manggala Agni Daops Muara Bulian, Asmara Bin Ripai dinyatakan meninggal dunia oleh dokter. Tengkorak belakang retak, pendarahan dan pembengkakan otak menjadi sebab almarhum tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia. Keluarga, tim, dan Kepala Daops Muara Bulian membawa jenazah ke rumah duka pada pukul 02.00 WIB.

Almarhum wafat dengan meninggalkan 1 orang istri dan dua orang putri berusia 9 dan 3,5 tahun, beralamat di Dusun Anggrek RT.05, Kelurahan Batin Kecamatan Bajubang Kabupaten Batang Hari Propinsi Jambi. Almarhum bergabung menjadi Anggota Manggala Agni sejak tahun 2003. 16 tahun Almarhum telah mengabdi untuk bangsa ini, memadamkan setiap titik api.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar secara khusus menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Saudara Asmara, dan memberikan santunan melalui Kepala Balai PPIKHL Wil Sumatera. Menteri LHK juga berharap kedua putri almarhum dapat diberikan beasiswa Pendidikan.

Berdasarkan informasi Kepala Balai PPIKHL Wil. Sumatera, Dr. Israr, terdapat beberapa informasi terkait wafatnya Almarhum Asmara. Direncanakan saat pemakaman seluruh kegiatan pemadaman di Indonesia akan dihentikan beberapa saat untuk mengheningkan cipta dan memberikan doa sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum. (Hal ini juga telah diinformasikan oleh BNPB ke Pusdalops dan jaringan BPBD) dan seluruh Kadaops Jambi sedang mengupayakan prosesi upacara pemakaman yang layak bagi almarhum.

Bersama Kadishut Jambi, Dr. Israr sedang mendiskusikan beberapa hal diantaranya : Gubernur Jambi dalam waktu dekat akan menyerahkan uang tali kasih kepada keluarga almarhum (direncanakan dalam waktu satu minggu ini), Gubernur Jambi juga akan memberikan beasiswa kepada kedua putri almarhum minimal sampai tingkat SMA bahkan Perguruan Tinggi, dan diharapkan dari Kementerian LHK turut hadir saat acara pemakaman tersebut.

Saat berita ini dibuat, Kepala Balai PPIKHL Wil. Sumatera bersama Kadishut Jambi, sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.

Direncanakan almarhum akan dimakamkan setelah sholat Jumat. Semoga amal ibadah almarhum menjadikan Jannah sebagai tempat peristirahatan terakhir dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT. Aamiin, Aamiin Ya Rabbal Alamin. (MA Daops MBL/Balai PPIKHL Sum/Deki).

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT