Pengembangan inovasi gahkarhutla oleh MPA, asa lanjut bagi pencegahan karhutla di Indonesia

Pengembangan inovasi gahkarhutla oleh MPA, asa lanjut bagi pencegahan karhutla di Indonesia

jabalmei1922

Berbagai upaya strategis pencegahan karhutla telah dilakukan dan dikembangkan secara kontinyu, sinergis dan holistik oleh pemerintah. Salah satunya adalah pengembangan inovasi berdasar kondisi kasuistik dari tiap wilayah yang rentan karhutla dan tentu saja melibatkan peran serta masyarakat disekitar hutan. Tak ketinggalan, BPPIKHL Jawa Bali Nusa Tenggara di penghujung bulan April hingga awal Mei 2019 telah melakukan kegiatan pengembangan inovasi gahkarhutla di wilayah kerja. Tercatat delapan tim tersebar dan melakukan kegiatan bekerjasama dengan pemangku wilayah Taman Nasional Gunung Ceremai, Taman Nasional Gunung Merbabu, BKSDA DI. Yogyakarta, BBKSDA Jawa Timur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, BKSDA Bali, Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Komodo. Sasaran kegiatan ini adalah Masyarakat Peduli Api (MPA) yang secara langsung bersentuhan dengan upaya-upaya pengendalian karhutla di wilayah kerja BPPIKHL Jawa Bali Nusa Tenggara.

jabalmei1923

Dengan total 17 personil, tiap tim melakukan kegiatan dilapangan dengan metode diskusi kelas dan praktek. Materi yang disampaikan antara lain : peraturan perundangan yang berlaku tentang pengendalian kebakaran hutan; tentang kegiatan deteksi dini, pelaporan, dan pemadaman awal karhutla; gambaran perubahan iklim diwilayah bersangkutan terkait upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim; pengenalan profil proklim berkaitan dengan gaya hidup rendah karbon, sistem pola tanam, pengendalian penyakit terkait iklim. Pada metode praktek dilakukan praktek langsung pengembangan inovasi gahkarhutla yang dapat dilakukan berdasar kondisi spesifik lokasi kegiatan misalnya pembuatan briket dari arang kayu, cuka kayu dan lainnya.

Dalam kegiatan yang melibatkan peran aktif MPA ini, diharapkan MPA mampu menjadi kekuatan lanjut bagi pencegahan karhutla dengan strategi pengembangan inovasi, sesuai karakteristik wilayahnya. Kedepan diharapkan upaya gahkarhutla yang merupakan bagian penting dari adaptasi perubahan iklim mampu menjadi pionir bagi terbangunnya lebih banyak kampung iklim. Yang secara menyeluruh melakukan kegiatan adaptasi mitigasi dan aspek lainnya mendukung pengendalian perubahan iklim hingga pada pola hidup pribadi manusianya. (/anx)

(Humas BPPIKHL Wil. Jawa Bali Nusa Tenggara/Atik Murwatiningrum)

jabalmei1921

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT