Manggala Agni Siap Amankan Pulau Sumatera dari Karhutla

Manggala Agni Siap Amankan Pulau Sumatera dari Karhutla

summei1921

(Pelepasan tim Patroli Terpadu Daops Siak fase pertama tahun 2019)

Palembang. Memasuki awal musim kemarau tahun 2019 yang diprediksi terjadi bulan Mei, Balai PPIKHL Wilayah Sumatera melaksanakan Patroli Terpadu fase pertama tahun 2019. Kegiatan ini akan berlangsung selama 30 hari, dimulai sejak 2 Mei dan akan berakhir pada 31 Mei.

Sebanyak 50 posko patroli terpadu akan disiagakan di dua provinsi yakni Riau dan Sumatera Selatan. 25 posko patroli terpadu di Provinsi Riau tersebar di Daops Dumai, Daops Pekanbaru, Daops Siak dan Daops Rengat. Wilayah cakupan patroli terpadu sebanyak delapan kabupaten/kota diantaranya: Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, Pekanbaru, Kampar, Siak, Indragiri Hilir dan Pelalawan.

Sementera itu, 25 posko di Provinsi Sumatera selatan tersebar di Daops Musi Banyuasin, Daops Banyuasin, Daops OKI dan Daops Lahat. Wilayah patroli terpadu mencakup sembilan kabupaten/kota diantaranya: Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Lahat, Muara Enim, PALI, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.

Kegiatan patroli terpadu merupakan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, dilakukan dengan pelaksanaan patroli pencegahan dengan melibatkan TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api di desa rawan kebakaran hutan.

Kepala Daops Rengat, Ismail Hasibuan berpesan agar semua tim bisa berinteraksi dengan baik kepada masyarakat terutama desa binaan posko, desa sentuhan dan desa jangkauan.

summei1922

(Tim Patroli Terpadu Daops Dumai tengah diberikan briefing persiapan sebelum pelepasan tim)

Terpisah, Kepala Daops Dumai, Jusman mengatakan dengan adanya kegiatan Patroli Terpadu ini dapat meminimalisir terjadinya Karhutla serta kabut asap yang merugikan kesehatan, rusaknya lingkungan dan terganggunya hubungan antar negara.

Candra Irfansyah, selaku Kepala Daops Lahat mengatakan kegiatan patroli terpadu bermaksud mensinergikan para pihak untuk melakukan pemantauan di tingkat tapak terutama di desa-desa rawan Karhutla. Sedangkan tujuannya melakukan deteksi dini pada areal rawan kebakaran, melakukan sosialisasi dan penyadartahuan kepada masyarakat, melakukan pemadaman dini, serta mewujudkan kehadiran unsur pemerintah di tingkat tapak.

“Harapannya dari kegiatan patroli terpadu ini dapat meminimalisir terjadinya Karhutla di Wilayah Sumatera” pungkas Candra.

(Daops Wilayah Sumatera/Humas Balai PPIKHL Wil. Sumatera/Chaerul)

summei1923

(Tim Patroli Terpadu tengah memberikan sosialiasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terhadap sisa tanaman yang telah kering)

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT