PENUTUPAN PROGRAM SPARC DI PROVINSI NTT

 

 

Program SPARC (Strategic Planning and Action to strengthen climate resilience of Rural Communities) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah resmi berakhir. Program adaptasi perubahan iklim SPARC yang berfokus pada sektor pangan, air, dan mata pencaharian ini turut berkontribusi positif menuju terwujudnya pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim pada empat kabupaten percontohan di Provinsi NTT.

api19mar21KUPANG (API). SPARC dilaksanakan atas kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bappeda Provinsi NTT, dengan dukungan United Nations Development Programme (UNDP) dan Global Environment Gacility (GEF) dimulai sejak Tahun 2013 sampai dengan akhir Tahun 2018. Empat kabupaten di Provinsi NTT (Manggarai, Manggarai Timur, Sumba Timur, dan Sabu Raijua) telah berpartisipasi aktif dan menjadi lokasi pelaksanaan Program SPARC, yang melibatkan total 44 desa percontohan pengembangan aksi adaptasi perubahan iklim di tingkat tapak. Dalam rangka penutupan program SPARC, telah diselenggarakan pertemuan di Hotel On The Rock Kupang pada tanggal 22 Maret 2019.

         

Pertemuan dibuka oleh Direktur Adaptasi Perubahan Iklim (API)Kementerian LHK selaku National Project Director (NPD) Program SPARC, Dra. Sri Tantri Arundhati, M.Sc.,yang pada kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar pencapaian Program SPARC dapat meningkatkan ketahanan masyarakat agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Selain itu, hadirnya Program SPARC dapat memperkaya wawasan pemerintah daerah di Provinsi NTT untuk mempertimbangkan aspek perubahan iklim dalam perencanaanapi19mar22 pembangunan daerah. Pelaksanaan kegiatan adaptasi perubahan iklim dan penguatan kelembagaan untuk mendukung upaya pengendalian perubahan iklim di tingkat tapak (misalnya melalui koperasi atau BUMDes) oleh Kelompok Masyarakat Program Kampung Iklim (Kemas ProKlim) yang telah difasilitasi pengembangannya dalam program SPARC diharapkan terus berlanjut. Direktur Adaptasi Perubahan Iklim menambahkan informasi mengenai Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 yang diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan ProKlim, termasuk di desa-desa percontohan Program SPARC. Programme Manager UNDP Indonesia, Christian Budi Purnomo Usfinit, dalam kesempatan tersebut mengemukakan bahwa SPARC menjadi contoh sukses dan menjadi pembelajaran program di UNDP maupun development partner lain. Berdasarkan evaluasi program yang telah dilaksanakan, SPARC efektif dalam mencapai output dan terdapat beberapa dampak yang dirasakan oleh hampir semua penerima manfaat program.    

Selama 5 tahun, SPARC telah melakukan penguatan institusi termasuk advokasi kebijakan dan program di tingkat provinsi hingga ke tingkat desa (integrasi perubahan iklim ke dalam RPJMD dan RPJMDes, penyusunan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim/RAD API, dukungan pendanaan aksi API) dan upaya adaptasi berbasis masyarakat bagi 12.116 penerima manfaat di 4 kabupaten percontohan. Sebanyak 222 staf pemerintah di Provinsi NTT dari beberapa instansi terkait telah difasilitasi SPARC dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas terkait adaptasi perubahan iklim. Kemas ProKlim sebagai pelaksana kegiatan di desa percontohan melakukan berbagai kegiatan seperti sistem pertanian subsisten yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, pengembangan sumber pendapatan alternatif, penyediaan fasilitas air, sampai dengan diseminasi informasi iklim melalui pembentukan posko iklim tingkat desa. Intervensi SPARC secara keseluruhan dapat berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan masyarakat, menyediakan dan mendekatkan akses air, dan meningkatkan keberagaman sumber pendapatan keluarga. Selain itu SPARC juga telah memfasilitasi peningkatan kapasitas pemangku kepentingan daerah untuk mendukung pengembangan program adaptasi perubahan iklim, termasuk perguruan tinggi, DPRD, lembaga non-pemerintah, lembaga keagamaan dan media massa.

Pertemuan penutupan Program SPARC juga diisi dengan penyampaian informasi dari perwakilan empat api19mar23kabupaten percontohan terkait capaian kesuksesan dan pembelajaran program. Selain itu, perwakilan dari Direktorat Pinjaman dan Hibah Kementerian Keuangan dan Sekretariat Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim juga menyampaikan bahasan khusus tentang hibah. Pertemuan juga dihadiri oleh Kepala BadanPerencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT.Kepala Bappelitbangda, Lecky Frederich Koli, S.TP., menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak terkait yang telah berpartisipasi aktif mendukung Program SPARC, serta membantu masyarakat di empat kabupaten untuk merespon perubahan iklim yang telah dirasakan dampaknya. SPARC menjadi pembelajaran penting bagiapi19mar24 Provinsi NTT dan diharapkan kisah sukses Program SPARC dapat direplikasi di daerah lain. Ir. Wayan Darmawa, MT, Kepala Bappeda Provinsi NTT terdahulu selaku Deputy National Project Director (DNPD) Program SPARC yang saat ini menjadi Kepala Dinas Pariwisata NTT, mengapresiasi pelaksanaan Program SPARC di NTT salah satunya adalah adanya lompatan besar berupa masuknya muatan adaptasi perubahan iklim kedalam mata kuliah pilihan di Program Pascasarjana Universitas Nusa Cendana. Selain itu, kemitraan yang terjalin baik di Program SPARC membuktikan bahwa tidak ada yang sulit dalam memajukan pembangunan di NTT. Pada akhir pertemuan dilaksanakan serah terima dokumen program dari Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian LHK kepada Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT dan Programme Manager UNDP Indonesiasebagai tanda ditutupnya Program SPARC.

Informasi lebih lanjut:

Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim

Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Manggala Wanabhakti, Blok 4 Lantai 6 Wing A Jl. Gatot Subroto, Jakarta

Telp/Fax. 021 5747053, Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

membagi informasi ini: