Patroli Udara Mulai Dilakukan Di Riau

 feb19211

Heli Bell 412 KLHK siaga melakukan patroli udara di Riau. Patroli udara terus dilakukan untuk memantau dari udara wilayah-wilayah yang masih terjadi karhutla dan memobilisasikan sumber daya ke titik sasaran. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), Manggala Agni (GALAAG) pun terus melakukan berbagai upaya lapangan untuk menuntaskan karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Riau.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan dan Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Komunikasi Digital dan Media Sosial LHK, Afni Zulkifli, didampingi Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan & Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera dan Koordinator Daops GALAAG Provinsi Riau melakukan supervisi pemadaman darat dan udara menggunakan Heli Bell 412 di wilayah yang terjadi karhutla, pagi tadi (26/02/2019).

Sebanyak tujuh titik lokasi karhutla dipantau melalui udara untuk memantau kondisi terkini di lapangan. Tim berangkat dari Landasan VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru untuk melakukan patroli udara ke wilayah Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, dan kembali lagi ke Pekanbaru.

feb19212

Raffles menyatakan bahwa saat ini ada beberapa titik yang masih terpantau karhutla. KLHK bersama para pihak, BPBD, TNI, POLRI, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan juga pihak swasta terus mengupayakan pemadaman darat untuk menuntaskan karhutla, seperti di Kecamatan Medang Kampang dan Sungai Sembilan Kota Dumai, serta Kecamatan Bandar Laksamana dan Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis.

“Selain upaya pemadaman, upaya pencegahan tetap dilakukan oleh GALAAG bersama Satgas Penanggulangan Karhutla melalui patroli rutin darat. Patroli rutin dilakukan selain untuk memperkecil potensi kebakaran, juga sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan karhutla,” tambah Raffles.

Selain Heli Bell 412 KLHK, beberapa helikopter dan pesawat juga standby melaksanakan patroli, diantaranya yaitu dua unit Heli perusahaan swasta, satu unit Heli Bell 412 AD yang digunakan untuk patroli, satu unit helikopter Superpuma TNI AU, dan satu unit pesawat milik TNI AU (Cassa 212) yang digunakan untuk modifikasi cuaca.

Sementara itu, dari pantauan hotspot terkini, diperoleh data perbandingan total jumlah hotspot tahun 2018 dan 2019 (tanggal 1 Januari – 20 Februari 2019), yaitu berdasarkan satelit NOAA terdapat 112 titik, pada periode yang sama tahun 2018 jumlah hotspot sebanyak 238 titik, berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 126 titik atau 52,94 %.

Sedangkan berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% terdapat 333 titik, pada periode yang sama tahun 2018 jumlah hotspot sebanyak 329 titik, berarti terdapat peningkatan jumlah hotspot sebanyak 4 titik atau 1,22 %. (*)

feb19213

membagi informasi ini: