Cegah Karhutla di 2019, BPPIKHL Jabalnusra Melakukan Sosialisasi

 feb19jbn11

Mengawali tahun 2019, BPPIKHL Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) berupaya mendorong masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kegiatan sosialisasi di daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yaitu Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Provinsi DI Yogyakarta dan Desa Batur Selatan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Provinsi Bali yang dilaksanakan pada tanggal 6 s/d 8 Februari 2019). Sedangkan satu lokasi lagi akan dilakukan pada 12 s/d 14 Februari 2019 di Desa Kedungsari Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

Sosialisasi pencegahan karhutla ke masyarakat juga melibatkan beberapa instansi/pemangku kawasan untuk meningkatkan sinergitas antara pemangku kawasan, masyarakat dan pihak BPPIKHL Jabalnusra. Upaya pencegahan karhutla dilakukan melalui upaya edukasi ke masyarakat tentang dasar-dasar kebakaran hutan dan lahan. Dengan pendekatan “segitiga api” masyarakat dikenalkan dengan penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan, yaitu sumber panas, bahan bakar dan oksigen. Untuk mengatasi permasalahan dari sisi ‘bahan bakar’, BPPIKHL Jabalnusra memberikan tata cara pembuatan sekat bakar. Adanya sekat bakar diharapkan menjadi pemutus bahan bakar agar api tidak meluas jika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu BPPIKHL Jabalnusra juga memberikan tata cara pembukaan lahan tanpa bakar untuk mengatasi komponen ‘sumber panas’ di segitiga api. Edukasi pembukaan lahan tanpa bakar sangat dibutuhkan oleh masyarakat mengingat masih adanya maskayarakat sekitar hutan yang membuka lahan dengan cara dibakar.

feb19jbn12

 

Melalui kegiatan sosialisasi ini BPPIKHL Jabalnusra menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan agar terhindar dari kejadian karhutla yang selama ini sering terjadi di lokasi tersebut. BPPIKHL Jabalnusra juga mengajak peran serta masyarakat untuk ikut terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Denpasar, 7 Februari 2019

Satrio Sapta Nugroho

membagi informasi ini:

SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT