• Beranda
  • Berita
  • Memperkuat Aksi Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan Bencana di Tingkat Tapak

Memperkuat Aksi Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan Bencana di Tingkat Tapak

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan USAID berupaya meningkatkan upaya-upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan bencana melalui suatu program yang diberi nama APIK (Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan). APIK diimplementasikan di level nasional dan mengambil lokasi di 3 provinsi yaitu Maluku, Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur. APIK di Jawa Timur fokus pada wilayah DAS Brantas dan melibatkan 7 Kabupaten/Kota yaitu Kab. Malang, Kota Batu, Kota Malang, Kab. Blitar, Kab. Mojokerto, Kab. Jombang, dan Kab. Sidoarjo.  

Penyusunan Rencana Aksi API-PRB di Tingkat Komunitas di Mojokerto

Di Kabupaten Mojokerto, aksi adaptasi dilakukan fokus untuk meningkatkan kesadaran akan dampak perubahan iklim melalui pemetaan dan identifikasi dampak partisipatif hingga menghasilkan rencana aksi di 4 desa. Selain melibatkan pemerintah daerah setempat (pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa), kegiatan di Mojokerto juga didukung oleh Yayasan Multi Bintang Indonesia (yayasan dari produsen produk minuman). Kegiatan ini akan dilakukan di 4 desa di Kecamatan Pacet yaitu Desa Pacet, Desa Padusan, Desa Claket, dan Desa Kemiri. Desa tersebut dipilih dengan pertimbangan data historis bencana dan risiko hidrometeorogis (banjir dan longsor). Kegiatan ini direncanakan selesai dalam waktu 4 bulan dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Penyusunan Profil Kawasan dan Komponen Risiko
  2. Identifikasi Perubahan-Perubahan
  3. Penilaian Risiko
  4. Penyusunan Rencana Aksi Komunitas

feb19api11

 

Pembukaan Sosialisasi Kajian Kerentanan Risiko dan Dampak Perubahan Iklim dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Adaptasi KLHK, Perwakilan DAI-APIK, Perwakilan Yayasan Multi Bintang Indonesia, dan Camat Pacet di Kantor Kecamatan Pacet, Kab. Mojokerto.

 

feb19api12

Dalam rangka implementasi kegiatan tersebut telah dilakukan berbagai pendekatan kepada pihak terkait, dan pada tanggal 28 Januari 2019 dilaksanakan acara sosialisasi kajian kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim di kantor Kecamatan Pacet yang dihadiri oleh perwakilan dari KLHK, pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Mojokerto, pimpinan proyek APIK Jakarta dan regional Jatim, Yayasan Multi Bintang Indonesia, Camat, Koramil, Kapolsek, perangkat desa yang terlibat, dan perwakilan dari masyarakat. Dalam acara tersebut juga dihadirkan pimpinan Yayasan Bambu Lestari yang memaparkan potensi penggunaan bambu dengan berbagai kelebihannya untuk meningkatkan upaya konservasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Acara sosialisasi ini kemudian dilanjutkan dengan penyusunan profil kawasan dan komponen risiko. Penyusunan profil kawasan dan komponen risiko dilakukan secara partisipatif melalui wawancara secara langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini nantinya akan menghasilkan profil kawasan/desa terkait dengan data historis bencana hidrometeorologi. Profil tersebut sangat berharga sebagai bahan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitarnya terkait dengan bencana.

 

feb19api13

feb19api14

 

Koordinasi Kegiatan APIK di Kabupaten Blitar

Di Kabupaten Blitar, APIK telah membentuk Kelompok Kerja Adaptasi Perubahan Iklim yang dikoordinir oleh Bappeda Kabupaten dan beranggotakan OPD Kabupaten seperti Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pertanian, dan lain-lain. Salah satu hasil identifikasi permasalahan di Kabupaten Blitar adalah masalah banjir di beberapa desa pinggir bantaran sungai. Selain tingginya intensitas curah hujan, banjir juga disebabkan oleh pendangkalan sungai karena tingginya erosi di daerah hulu. Tekanan populasi terhadap hutan relatif tinggi sehingga menurunkan kemampuan ekosistem hutan dalam menahan erosi. Oleh karena itu, Proyek APIK berinisiatif mengajak Perum Perhutani KPH Blitar untuk meningkatkan daya dukung sungai sehingga mengurangi laju pendangkalan. Proyek APIK akan melakukan penanaman bambu di sepanjang bantaran Sungai Bogel. Serangkaian kegiatan telah dilakukan mulai dari inisiasi kepada masyarakat dan pemetaan areal kritis dan calon lokasi penanaman. Pendekatan kepada masyarakat dilakukan melalui pembentukan forum API-PRB di beberapa desa dan melakukan kajian Partisipatory Rural Appraisal (PRA) untuk menentukan rencana aksi. Kegiatan tersebut dilakukan di 5 desa di hulu Sungai Bogel yaitu Desa Margomulyo dan Kalitengah di Kecamatan Panggungrejo, Desa Bacem, Pandanarum, dan Kelurahan Kedungbunder di Kecamatan Sutojayan.

Pada tanggal 29 Januari 2019, Tim dari KLHK dan APIK berkoordinasi dengan POKJA dan Perum Perhutani KPH Blitar untuk mematangkan rencana penanaman bambu di sepanjang Sungai Bogel yang masuk dalam kawasan hutan Perum Perhutani.

feb19api15

 

feb19api16

 

Informasi lebih lanjut:

Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim

Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Gedung Manggala Wanabakti, Blok 4 lantai 6 Wing A

Telp/Faks. 021 5747053 

 

 

 

 

 

 

membagi informasi ini: