Pengkayaan Faktor Emisi Lokal dalam Sistem EFDB Indonesia

 

Pengkayaan Faktor Emisi Lokal dalam Sistem EFDB Indonesia

Aplikasi Sistem Inventarisasi GRK Nasional-Sederhana, Mudah, Akurat, Ringkas dan Transparan (SIGN-SMART) telah membantu meningkatkan pemahaman pelaksanaan kegiatan inventarisasi GRK oleh para pihak di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota dan tapak, serta sekaligus menjadi instrument dalam uapaya pencapaian tujuan dan komitmen nasional pre dan post 2020 menuju Kesepakatan Paris. Sistem ini perlu terus diperkuat dan dimutakhirkan sehingga memenuhi kriteria transparan, akurat, konsisten, komprehensif dan komaparabel (TACCC). Dalam perjalanannya, aplikasi SIGN-SMART sebagai sistem informasi teknolgi berbasis web sangat tergantung kepada akses jaringan internet.

desigrk11

Dalam aplikasi SIGN-SMART data faktor emisi memegang peran kunci sebagai faktor pengali, sehingga status emisi pada suatu sektor sangat dipengaruhi oleh nilai dari faktor emisi tersebut. Selama ini, faktor emisi sebagian besar masih mengacu pada IPCC Guideline 2006, yang masih standar dan belum disesuaikan dengan kondisi setempat.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, telah dikembangkan sistem penyediaan Emission Factor Database Indonesia (EFDB) secara online dalam platform SIGN SMART. Sistem ini memuat database faktor emisi pada setiap kategori dan menjadi referensi dalam inventarisasi GRK.

Pengembangan EFDB ini diperlukan sebagai kepentingan penyediaan site specific EF, untuk menghasilkan data IGRK yang sesuai dengan kondisi nasional, dengan menggunakan tier yg lebih baik. Ungkap Direktur Inventarisasi GRK dan MPV dalam pembahasan EFDB Indonesia di Bogor, 19 November 2018.

Dalam pembahasan ini dibahas penjelasan secara rinci proses EFDB dalam IPCC. Pendataan serta penyaringan faktor emisi lokal dari hasil-hasil penelitian yang ada di Indonesia melalui sistem EFDB Indonesia sangatlah bermanfaat untuk menambah referensi faktor emisi lokal khususnya wilayah Indonesia dalam EFDB IPCC, ungkap Dr. Haruni (Puslitbang KLHK) sebagai salah satu anggota Editorial Board IPCC EFDB Indonesia.

Secara sistem aplikasi, EFDB Indonesia sudah mengikuti EFDB IPCC namun masih tetap perlu dikembangkan. Pembentukan tim pengelola EFDB Indonesia yang secara khusus menangani EFDB ini perlu dibentuk sehingga kedepannya proses pendataan faktor emisi juga akan mengikuti proses EFDB IPCC. .

membagi informasi ini: