• Beranda
  • Berita
  • Telah Lahir Peraturan Bupati di Kabupaten Pidie tentang tentang Dana Desa untuk lingkungan UNTUK PERUBAHAN IKLIM

Telah Lahir Peraturan Bupati di Kabupaten Pidie tentang tentang Dana Desa untuk lingkungan UNTUK PERUBAHAN IKLIM

 

Telah Lahir Peraturan Bupati di Kabupaten Pidie tentang tentang Dana Desa untuk lingkungan UNTUK PERUBAHAN IKLIM  

novset11

Sekditjen PPI Bapak Agung Setyabudi selaku nara sumber mengapresiasi lahir nya Perbup Kabupaten Pidie tentang Dana Desa untuk lingkungan, pada acara Dialog Kebijakan Dana Desa untuk Lingkungan di Privinsi Aceh tanggal 23 November 2018.

Beliau menginformasikan pula bahwa telah lahir Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi No. 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2019. Didalamnya berisikan tata cara penggunan dana anggaran desa dan dapat dimanfaatkan oleh desa untuk kegiatan hutan kegiatan lingkungan untuk Aksi Mitigasi dan Adaptasi di tingkat tapak. Di dalam penjelasannya beliau mendorong untuk desa desa yang ada di seluruh provinsi Aceh untuk menjadi Desa Proklim yang siap menjaga lingkungan dan berketahanan iklim.

Pada hari sebelumnya Bupati Pidie dan Kabag HKT Setditjen PPI mengunjungi Desa Peunalom 2 Kabupaten Pidie untuk melihat secara nyata keberhasilan program kerja untuk dana desa untuk lingkungan

novset13

Rencananya Peraturan Bupati (Perbup) Pidie Nomor 12 Tahun 2018 tentang penggunaan dana desa untuk perlindungan lingkungan dan hutan akan dipresentasikan juga pada COP24 di Katowice, Polandia pada bulan Desember 2018 mendatang sebagai bentuk dari dukungan Pemerintah.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemkab Pidie, karena di Indonesia, baru Pidie yang mengeluarkan Perbup dana desa untuk pengawasan lingkungan dan hutan,” ujarnya.

Hutan merupakan sumber air bagi semua makhluk hidup, yang memberikan kontribusi bagi seluruh dunia, sehingga ketika ada pemerintah yang peduli lingkungan dan hutan, maka harus diberikan dukungan, seperti mengundang ke Polandia, menghadiri konferensi perubahan iklim.

Beliau menjelaskan untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di kawasan Tangse, maka masyarakat harus menjaga hutan. “Memang banjir sulit diantisipasi, tapi saat kita menjaga hutan, maka banjir akan mampu kita kurangi,” ujarnya.

novset12  novset14

membagi informasi ini: