• Beranda
  • Berita
  • KONSULTASI PUBLIK KAJIAN SOSIAL, LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS DALAM RANGKA PENYUSUNAN SESA DAN ESMF, SERTA MEKANISME PENANGANAN KELUHAN (FGRM) PROGRAM PENURUNAN EMISI FOREST CARBON PARTNERSHIP FACILITY (FCPF) CARBON FUND DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

KONSULTASI PUBLIK KAJIAN SOSIAL, LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS DALAM RANGKA PENYUSUNAN SESA DAN ESMF, SERTA MEKANISME PENANGANAN KELUHAN (FGRM) PROGRAM PENURUNAN EMISI FOREST CARBON PARTNERSHIP FACILITY (FCPF) CARBON FUND DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

 

KONSULTASI PUBLIK KAJIAN SOSIAL, LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS

DALAM RANGKA PENYUSUNAN SESA DAN ESMF,

SERTA MEKANISME PENANGANAN KELUHAN (FGRM)

PROGRAM PENURUNAN EMISI FOREST CARBON PARTNERSHIP FACILITY (FCPF)  CARBON FUND DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Balikpapan, 29 Oktober 2018

Komitmen Provinsi Kalimantan Timur khususnya terkait implementasi REDD+ secara penuh (Result Based Payment)melalui program Forest Carbon Partnership Facility – Carbon Fund (FCPF – CF) berada pada tahap finalisasi dokumen Emission Reduction Project Document (ERPD). Dalam rangka memenuhi kelengkapan dokumen ERPD FCPF-CF Kalimantan Timur, diperlukan finalisasi dokumen SESA (Social and Environmental Strategic Assessment)  dan  ESMF (Environmental and Social Management Framework),  serta  FGRM (Feedback, Grievance Redress Mechanism). Dokumen ini dipergunakan untuk memastikan bahwa disain program yang dituangkan dalam dokumen ERPD FCPF-CF tidak memberikan dampak negatif terhadap aspek sosial dan lingkungan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim yang disampaikan oleh Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Ir. Emma Rachmawaty, M.Sc dalam pembukaan kegiatan Konsultasi Publik Kajian Sosial, Lingkungan Hidup Strategis dalam rangka Penyusunan SESA dan ESMF serta  Mekanisme Penanganan Keluhan  (FGRM) Program Penurunan Emisi FCPF - Carbon Fund di Provinsi Kalimantan Timur”, yang diselenggarakan pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018 di Aston Hotel Balikpapan.

Konsultasi Publik ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim melalui Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim dalam kerangka kegiatan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Hadir sebagai peserta konsultasi publik adalah Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan OPD Provinsi Kalimantan Timur, Perwakilan Bappeda Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Balai PPI dan Karhutla Wilayah Kalimantan, perwakilan UPT Kementerian LHK di Provinsi Kalimantan Timur, Akademisi (Universitas Mulawarman), perwakilan NGO/ LSM, tim World Bank Indonesia, tim Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, serta tim PT. Hatfield Indonesia selaku konsultan yang mendapat tugas untuk menyiapkan dokumen SESA, ESMF dan FGRM.

Dalam sambutan Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur yang disampaikan oleh Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Provinsi Kaltim, Saur Pasaroan, S.Pi. ditekankan mengenai besarnya komitmen Provinsi Kalimantan Timur untuk mendorong perencanan pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan sebagaimana dalam visi dan misi RPJMD 2018 – 2023. Turut hadir pula dalam pertemuan ini, Penasehat Senior Menteri LHK Bidang Perubahan Iklim dan Konvensi Internasional Ibu Dr. Ir. Nur Masripatin, M.For, Sc yang sekaligus memberikan keynote speech mengenai “FCPF – CF dalam Disain REDD+ Indonesia:  Specific Reference Kalimantan Timur”. Dalam keynote speech beliau menyampaikan harapan bahwa melalui proses konsultasi hari ini, key elements yang dipersyaratkan dapat disepakati, sehingga dokumen SESA ESMF dan dokumen terkait lainnya dapat segera diselesaikan dengan menggunakan prinsip stepwise approach dan improvement over time.

Dalam konsultansi publik ini mengemuka beberapa isu – isu strategis terkait masyarakat adat antara lain mengenai bagaimana keterlibatannya, pendistribusian manfaat yang berkeadilan serta rekognisi atau pengakuan masyarakat adat. Selain itu, perlunya komunikasi dan koordinasi lebih dalam antara Tim PT. Hatfield Indonesia dengan Tim SESA Carbon Fund Kalimantan Timur dan stakeholders lainnya yang terkait dalam konteks sharing data dan informasi dalam rangka penyempurnaan dokumen – dokumen dimaksud. 

oktmiti31

 

oktmiti32

 

membagi informasi ini: