SERI 3 : PEMBAHASAN DRAFT TECHNICAL ANNEX REDD+

 

SERI 3 : PEMBAHASAN DRAFT TECHNICAL ANNEX REDD+

Tahun 2016 lalu, Indonesia telah menyusun laporan Third National Communication (TNC) yang memuat profil emisi gas oktigrk11rumah kaca nasional serta capaian penurunan emisi periode 2000-2014. Pada tahun 2018 ini dokumen pelaporan berikutnya yaitu Second Biennal Update Report (BUR ke-2) yang saat ini dalam proses penyusunan yang termasuk di dalamnya juga memuat kinerja pelaksanaan REDD+ terlaporkan dalam bentuk Technical Annex REDD+.

Skema REDD+ merupakan skema insentif global untuk sektor Land Use, Land Use Change and Forestry (LULUCF) bagi negara berkembang, khususnya bagi negara-negara berkembang yang mampu menjaga hutan dari deforestasi dan degradasi hutan, melakukan pengelolaan hutan secara lestari, peningkatan cadangan karbon hutan, dan peningkatan peranan konservasi. Indonesia merupakan salah satu negara utamadalam pelaksanaan REDD+ yang telah memulai proses persiapan implementasi REDD+ sejak tahun 2007. Indonesia juga berperan aktif dalam proses negosiasi terkait REDD+ dan sektor LULUCF di UNFCCC hingga telah mensubmit Indonesia Forest Reference Emission Level (FREL) pada tahun 2015 di COP 21 Paris dan telah lolos technical assessment pada tahun 2016. Dengan telah resminya dan diberlakukannyaFREL, maka Indonesia telah masuk pada Fase Implementasi Result Base Payment (RBP) REDD+ tanpa pembayaran (belum menerima pembayaran hasil kinerja REDD+).

oktigrk12Technical Annex REDD+ (TA REDD+) secara sukarela dilaporkan untuk mengakses pembayaran berbasis kinerja (RBP). Laporan kinerja REDD+ Indonesia (Indonesia Report on REDD+ Performance) yang berisi capaian penurunan emisi periode 2012 – 2017 dari aktivitas deforestasi, degradasi hutan, dan dekomposisi gambut menjadi dasar utama penyusunan Technical Annex REDD+tersebut.

Direktorat Inventarisasi GRK dan MPV sebagai direktorat teknis yang menangani MRV untuk sektor berbasis lahan telah melakukan rangkaian pertemuan penyusunan draft Technical AnnexREDD+ yang diawali pada tanggal 30 April 2018. Rangkaian pertemuan telah diadakan sebanyak 3 kali pertemuan (1 kali pertemuan persiapan dokumen dan 2 kali pertemuan pembahasan) dan telah menghasilkan draft 1 dokumen Technical AnnexREDD+.

Pembahasan draft Technical AnnexREDD+ seri 3 telah dilaksanakan tanggal 1-2 Oktober 2018 yang dihadiri oleh direktorat teknis lingkup Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim, Direktorat IPSDH, Tim Pakar Perubahan Iklim, Peneliti, Akademisi, NGO, serta lembaga mitra KLHK lainnya.

oktigrk13

Pembahasan sesi 3 ini, difokuskan membahas perbaikan Draft 1 Technical Annex REDD+, mengidentifikasi apa yang diperlukan untuk perbaikan dan penyempurnaan draft 1 Technical Annex REDD+, penyusunan Draft 2 Technical Annex REDD+, dan menyepakati tata waktu penyelesaian dokumen Technical Annex REDD+dalam 2nd BUR. Berdasarkan pertemuan tersebuttelah dihasilkan Draft 2 Technical Annex REDD+ dalam 2nd BUR yang selanjutnya akan direview oleh Tim Pakar sebelum disubmit pada bulan November nanti, bersamaan dengan disubmitnya 2nd BUR.

membagi informasi ini: