Identifikasi Teknologi Rendah Karbon di Kalimantan Selatan

 

Identifikasi Teknologi Rendah Karbon di Kalimantan Selatan

sepmobil31

Banjarbaru, 28/09/18, Identifkasi Teknologi Rendah Karbon kali ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru – Kalimantan Selatan. Direktorat Mobilisasi Sumber Daya Sektoral dan Regional bekerja sama dengan Bapeda Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan FGD untuk menghimpun data terkait implementasi teknologi rendah karbon yang telah diimplementasikan di Provinsi ini. Kepala Bapeda dalam pembukaan menjelaskan komitmen Indonesia untuk penurunan emisi GRK yang tercantum dalam NDC.

Jumlah peserta FGD sebanyak 45 orang yang berasal dari pemerintah provinsi, akademisi dan lembaga lainnya, antara lain Bappeda Prov. Kalsel, Fakultas Pertanian ULM, Fakultas Kehutanan ULM, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas ESDM, Dinas PUPR, Dinas Perindustrian, Dinas Kehutanan, Dinas LH, BPPI KHL Sumatera, BPPI KHL Kalimantan, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Kalsel, PT. Sinarmas dan PT. Adaro.

Pada forum ini narasumber yang mewakili sektor energy, limbah, pertanian, kehutanan dan industry diberikan kesempatan untuk memaparkan teknologi rendah karbon yang telah berjalan disektornya masing-masing. PT Adaro mewakili sektor swasta memaparkan inovasi biojelantah sebagai sumber energy baru terbarukan.

Hingga saat ini belum ada terminology baku terkait teknologi rendah karbon, namun secara umum “teknologi rendah karbon” dapat dikaitkan dengan teknologi yang memiliki efisiensi terhadap penurunan emisi GRK (baik secara finansial, dampak lingkungan dan aspek lainnya), inovasi teknologi atau substitusi terhadap teknologi lama/konvensional.

Harapan kedepan database teknologi rendah karbon ini bisa mendukung kebijakan satu data GRK (Sistem Registry Nasional). Sekaligus dapat menjawab level penggunaan dan kebutuhan teknologi rendah karbon yang ada di Indonesia di berbagai sektor dalam mencapai target NDC.

membagi informasi ini: