Pemerintah Kerahkan Semua Sumberdaya Kendalikan Karhutla

 

Pemerintah Kerahkan Semua Sumberdaya Kendalikan Karhutla

aguspkhl81

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 23 Agustus 2018. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah rawan di Indonesia, baik melalui pemadaman darat maupun pemadaman udara. Pemadaman dari darat dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni KLHK, TNI, POLRI, BPBD, pihak swasta, dan juga masyarakat setempat.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa selain pemadaman darat, pemadaman dari udara juga dilakukan oleh KLHK, BNPB, dan pihak swasta. Pesawat Heli Bell 412 PKTWV milik KLHK saat ini telah siaga di Sumatera Selatan melakukan patroli udara untuk memantau lokasi-lokasi yang terjadi karhutla. Bersama pesawat heli dari BNPB dan juga perusahaan swasta pemegang konsesi, mereka turut serta melakukan patroli udara dan pemadaman udara (water bombing).

“Hingga hari ini, water bombing sudah dilakukan tim satgas udara di lima provinsi rawan sekurangnya 28 ribu sortie dengan total air yang dijatuhkan lebih dari 100 juta liter” sebut Raffles.

Sejumlah titik api di Riau, seperti wilayah Dumai, Rengat, Siak, Bengkalis masih terus dilakukan pemadaman. Tim pemadam juga masih terus bekerja bahu-membahu melakukan pemadaman di wilayah Jambi (Sarolangun dan Tanjung Jabung Timur), dan Sumatera Selatan (Banyuasin, Lahat, Musi Banyuasin, dan OKI).

aguspkhl82

Tidak hanya wilayah Sumatera, di wilayah Kalimantan seperti di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, pemadaman masih terus dilakukan oleh Manggala Agni bersama para pihak. “Pemadaman darat dan udara difokuskan pada lokasi yang berdekatan dengan pemukiman penduduk atau yang berpotensi membahayakan dan menyebabkan kebakaran lainnya,” jelas Rafles.

Rafles juga menyampaikan bahwa upaya pencegahan melalui patroli dan sosialisasi juga terus digalakkan di hampir seluruh provinsi rawan, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan juga Kalimantan Selatan. Bersama personil Manggala Agni, TNI, POLRI, dan masyarakat, tim patroli terpadu melakukan sosialisasi, pemetaan daerah rawan, dan juga pemadaman dini pada areal yang ditemukan terbakar.

“KLHK tealah mengaktifkan posko patroli terpadu sebanyak 280 posko desa di Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara,” tambahnya.

Untuk mendukung upaya-upaya yang telah dilakukan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan penerapan teknologi modifikasi cuaca (TMC) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) dan Satgas Pengendalian Karhutla Provinsi. TMC yang dikembangkan oleh BBPT sudah dilaksanakan di Sumatera Selatan yaitu di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, OKI, Muara Enim, dan Pali dengan total sortie sebanyak 55, serta total garam yang dijatuhkan sebanyak 53,2 ton.

TMC merupakan rekayasa teknologi untuk membuat hujan buatan. TMC dilakukan dengan meniru proses alamiah yang terjadi di awan. Prosesnya, sejumlah partikel higroskopik yang dibawa pesawat ditambahkan langsung ke awan jenis Cumulus humilis. Garam ditaburkan di awan dengan menggunakan helikopter pada jarak tertentu. Awan punya daya hisap sehingga garam yang berbentur serbuk terserap masuk dan mengefektifkan proses pengumpulan air di awan untuk meningkatkan potensi hujan di suatu wilayah tertentu.

aguspkhl83

membagi informasi ini: