• Beranda
  • Berita
  • HALO - HALO CEGAH KARHUTLA, KAMPANYE PENCEGAHAN KARHUTLA ALA DAOPS MANGGALA AGNI PONTIANAK

HALO - HALO CEGAH KARHUTLA, KAMPANYE PENCEGAHAN KARHUTLA ALA DAOPS MANGGALA AGNI PONTIANAK

 

HALO - HALO CEGAH KARHUTLA,

KAMPANYE PENCEGAHAN KARHUTLA ALA DAOPS MANGGALA AGNI PONTIANAK

aguskal11

Kalimantan Barat merupan salah satu provinsi terawan bencana karhutla, berbagai upaya telah dilaksanakan untuk mencegah kejadian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat, dari kegiatan kampanye yang bersifat formal dan juga non formal.

Dimulai tanggal 3 Juli 2018, Daops Manggala Agni Pontianak melaksanakan kegiatan kampanye pencegahan karhutla berkeliling desa menggunakan mobil patroli. Kegiatan yang diberi judul "Halo - Halo Cegah Karhutla" ini dilaksanakan secara berkala dengan intensitas pelaksanaan menyesuaiakan tingkat siaga atau kerawanan karhutla di wilayah kerja Daops Pontianak.

Pada hari Kamis tanggal 2 Agustus kemarin Daops Manggala Agni Pontianak Kalimantan Barat melakukan kampanye sekaligus penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat dengan metode berkeliling kampung menggunakan mobil patroli. Pada kesempatan kali ini patroli "halo-halo cegah karhutla dilaksanakan di Desa Kuala Dua Kab. Kubu Raya.

Desa Kuala Dua sendiri merupakan salah satu desa rawan karhutla di wilayah kerja Daops Pontianak. Kejadian kebakaran hutan dan lahan hampir selalu terjadi setiap tahun di desa yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani.

aguskal12

Dalam kesempatan kampanye ini, disampaikan himbauan kepada masyarakat agar Tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok secara sembarangan; Agar masyarakat turut aktif dalam kegiatan pencegahan karhutla dengan melaporkan kepada aparat desa/ berwajib apabila mengetahui adanya titik api atau pembakaran lahan serta disampaikan pula pesan tentang bahaya karhutla.

Sahat Irawan Manik, Kepala Daops MA Pontianak menyatakan bahwa kegiatan "Halo - Halo Cegah Karhutla" ini digagas dengan latar belakang kondisi wilayah yang cukup rawan, dimana sebagian besar penduduknya bertani / bercocok tanam.

"Dengan pendekatan persuasif ini kami berharap dapat menggugah kesadaran dan komitmen masyarkat dalam mencegah karhutla dilingkungan masing-masing" ungkap Sahat.

Kedepannya program ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan program yang lebih variatif lagi, misalnya disandingkan dengan kegiatan pemutaran film dan diskusi kelompok terarah pada kelompok masyarakat desa.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, Johny Santoso, sangat mendukung kegiatan ini. Kreatifitas dan variasi dalam penyampaian kampanye sangat diperlukan agar masyarakat tidak bosan dengan materi yang disampaikan. (Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan 2018)

membagi informasi ini: