KLHK dan Kemenkominfo Luncurkan SMS Blast Informasi Karhutla

 

KLHK dan Kemenkominfo Luncurkan SMS Blast Informasi Karhutla

Dit. PKHL - Potensi kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman. Untuk mengantisipasinya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan layanan informasi melalui SMS. Layanan tersebut akan mengirimkan informasi tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut dirasa perlu pasalnya, musim kemarau datang lebih awal khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera. Ditambah pelaksanaan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang yang akan digelar Agustus mendatang.

sms1

Disampaikan Menteri LHK Siti Nurbaya, kehadiran sms blast ini sebagai bagian dari sistem informasi, dan teknologi yang membuat langkah-langkah pengendalian karhutla semakin sistematis dan instrumen kerjanya lebih modern. “Jadi dengan sms blast ini, kita mengangkat lagi dan lebih mendorong lagi kepedulian masyarakat, juga sebagai early warning system (sistem peringatan dini), serta untuk menambah gairah masyarakat dalam menjaga alam dan lingkungan, khususnya dari karhutla,” kata Siti Nurbaya.

Dalam kerja sama, pihak Menkominfo selain menyediakan sistem penyebarluasan informasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan, mereka juga akan melakukan pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah rawan karhutla untuk melakukan tindakan mitigasi dan pelaporan titik panas api.

Melalui kerjasama ini, pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mencegah karhutla. “Saya sungguh-sungguh percaya bahwa masyarakat kita sangat intens dan gandrung pada informasi. Terimakasih dan penghargaan tinggi untuk semua pihak yang telah berupaya bersama untuk menangani dan mengurangi karhutla dengan terus menerus memperbaiki sistem untuk pencegahan dan langkah-langkah mengatasinya,” ujar Siti Nurbaya.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyambut baik kerjasama tersebut dan menyampaikan bahwa Kemenkominfo akan menyediakan sistem penyebarluasan informasi pengendalian karhutla. “Saya mengucapkan terimakasih kepada operator yang menyediakan layanan sms blast secara gratis. Jadi layanan ini tidak berbayar,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, Kemenkominfo akan mendukung akses jaringan telekomunikasi, khususnya di daerah rawan karhutla yang termasuk blind spot (titik buta). Melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, Kemenkominfo dapat melakukan intervensi kebijakan dengan menyediakan akses informasi pengendalian karhutla yang dapat diakses oleh jaringan telekomunikasi dan lembaga penyiaran.

“Nanti dapat diperiksa, hutan yang sering kebakaran itu, ada tidak yang berdampingan dengan daerah yang ada dalam Perpres No. 131 Tahun 2015, kemudian nanti desa yang terdekatnya disana akan kami bangun Base Transceiver Station (BTS),” jelas Rudi.

Acara hari ini, menurut Plt. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK, I.B. Putera Parthama, merupakan implementasi dari nota kesepahaman antara KLHK dengan Kemenkominfo pada tahun 2017 tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Penyebaran Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. “Melalui peluncuran sistem informasi ini, masyarakat dapat mengenal dan lebih familiar sistem deteksi dini karhutla, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengutamakan pencegahan karhutla dengan mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat,” kata Putera.

Putera menambahkan, program ini juga merupakan lanjutan dari sistem peringatan dan deteksi dini karhutla yang telah lebih dulu diluncurkan pada tahun 2015, yang dapat dimonitor melalui laman sipongi.menlhk.go.id. 

sms2

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Pejabat Eselon I lingkup KLHK dan Kemenkominfo, pejabat yang mewakili Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Restorasi Gambut (BRG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Mabes TNI, Mabes POLRI, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi se-Indonesia. Disamping itu, hadir pula enam operator penyedia layanan komunikasi (provider) yang terlibat dalam kerjasama ini yaitu PT. Telekomunikasi Indonesia, PT. Telkomsel, PT. Indosat Ooredoo, PT. XL Axiata, PT. Hitchison 3 Indonesia, PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: