• Beranda
  • Berita
  • SUPERVISI PATROLI TERPADU PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN BERSAMA MASYARAKAT DAN PIHAK LAINNYA DI DISTRIK KEBAR KABUPATEN TAMBRAUW PROVINSI PAPUA BARAT

SUPERVISI PATROLI TERPADU PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN BERSAMA MASYARAKAT DAN PIHAK LAINNYA DI DISTRIK KEBAR KABUPATEN TAMBRAUW PROVINSI PAPUA BARAT

 

Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua

SUPERVISI PATROLI TERPADU PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN BERSAMA MASYARAKAT DAN PIHAK LAINNYA DI DISTRIK KEBAR KABUPATEN TAMBRAUW PROVINSI PAPUA BARAT

                                                                                          Kebar, 22-26 Mei 2018

Patroli Terpadu Bersama masyarakat dan pihak lainnya dilaksanakan di Distrik Kebar Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat selama lima hari yakni tanggal 22 - 26 Mei 2018. Personil dalam kegiatan ini terdiri dari 12 orang yang dibagi menjadi dua tim, dimana untuk setiap kegiatan beranggotakan enam orang yang terdiri dari unsur Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), aparat desa atau tokoh masyarakat setempat dan satu orang supervisi dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Maluku Papua.

Supervisi melakukan koodinasi dengan Polri, TNI, pengelola kawasan dan MPA sebelum kegiatan dilaksanakan serta mengumpulkan semua personil yang terlibat dalam kegiatan patroli untuk mendiskusikan hal-hal yang akan dipersiapkan dalam kegiatan tersebut serta memberikan arahan kepada personil diantaranya: mencatat semua kegiatan yang ditemukan atau dilakukan selama kegiatan patroli (penyuluhan, pemadaman jika ada kebakaran), membuat sketsa rute selama kegiatan patroli, jika ditemukan ada kebakaran menghitung luasan dan koordinatnya.

Keadaan cuaca di Distrik Kebar dalam beberapa hari belum turun hujan sehingga patroli ini di anggap sangat efektif. Dalam kondisi ini vegetasi juga sudah dalam keadaan kering sehingga mudah terbakar. Vegetasi di sekitar Distrik Kebar di dominasi dengan padang rumput. Kebiasaan masyarakat dalam berburu dengan cara dibakar menyebabkan daerah kebakaran semakin luas. Tim bergerak menuju lokasi masing-masing. Selama patroli hari pertama tim langsung menemukan daerah yang terbakar. Kondisi angin yang kencang menyebabkan api dengan cepat menyebar. Dengan menggunakan peralatan seadanya, tim berusaha memadamkan api menggunakan 2 jetshooter dan ranting pohon. Api tersebut padam kurang lebih satu jam setelah tim berada di lokasi. Kebakaran ini letaknya tidak jauh dari saluran air perkebunan jagung. Tim menggunakan air tersebut dalam pemadaman api. Setelah dihitung luasan areal yang terbakar ± 2 Ha. Investigasi awal penyebab kebakaran adalah faktor kesengajaan karena adanya jejak yang ditinggalkan berupa tumpukan ranting terbakar yang sengaja dikumpulkan oleh pelaku. Tim menyebar mencari pelaku tetapi tidak mendapatkan sesorang yang patut dicurigai. Hari berikutnya, tim melakukan pemantauan pada areal yang telah disepakati. Setelah 4 jam berkeliling, tim menemukan kebakaran hutan dan lahan. Tim berusaha dengan cepat memadamkan api agar tidak meluas. Kurang lebih 10 menit api sudah bisa dipadamkan.

Perjalanan patroli hari berikut menuju arah utara Kampung. Adanya perkebunan di pinggir jalan utama menjadi sasaran tim untuk melakukan penyuluhan kepada pemilik kebun yang membuka hutan dan lahan dengan membakar. Materi yang disampaikan mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan penyuluhan secara langsung dapat memberikan pengertian kepada masyarakat agar timbul kesadaran menjaga alam terutama tidak bermain api secara sembarangan. Kegiatan Patroli terpadu harus dilakukan secara berkelanjutan khususnya pada saat musim kemarau sebagai upaya pencegahan.

Editor : Wilda Pratiwi

kebar1

membagi informasi ini: