• Beranda
  • Berita
  • SUPERVISI KEGIATAN PATROLI TERPADU DALAM RANGKA PENCEGAHAN KARHUTLAH DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU

SUPERVISI KEGIATAN PATROLI TERPADU DALAM RANGKA PENCEGAHAN KARHUTLAH DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU

 

Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua

SUPERVISI KEGIATAN PATROLI TERPADU DALAM RANGKA PENCEGAHAN KARHUTLAH DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU

Buru, 14-18 Mei 2018

Patroli Terpadu Bersama Masyarakat dan para pihak lainnya dilaksanakan dengan maksud sebagai salah satu upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan mengedepankan prinsip deteksi dini dan kemutakhiran data patroli langsung turun ke tingkat tapak, serta mengedepankan sinergitas antar lembaga dan masyarakat tingkat desa. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada daerah rawan kebakaran serta menanamkan rasa tanggung jawab terhadap pencegahan dan pengendalian karhutla kepada semua pihak.

Kegiatan Supervisi Patroli Terpadu dilaksanakan pada tanggal 14-18 Mei 2018 di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Supervisi dilaksanakan di 2 MPA yaitu MPA Epsiat Laleng di Kecamatan Waelata, dan MPA Kita Bersatu di Kecamatan Lolongguba. Supervisi dilakukan di rumah Kepala Desa dan dihadiri oleh seluruh anggota MPA yang berjumlah 30 orang dan terbagi menjadi 2 regu dengan jumlah masing-masing anggota regu yaitu 15 orang, didampingi oleh 2 orang staf KPHP Buru Selatan sebagai KPH pendamping dari masing-masing MPA tersebut.

Supervisi yang dilakukan oleh BPPIKHL MAP meliputi penjelasan ulang hal-hal yang perlu dilakukan di lapangan, yaitu memadamkan api apabila terjadi karhutla, mencatat semua lokasi kebakaran atau rawan kebakaran, mencatat lokasi sumber mata air, mencatat jenis vegetasi, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya karhutla serta cara pencegahannya. Selain itu, diinformasikan juga kepada MPA untuk menyusun laporan patroli mandiri yang dilakukan oleh MPA.

MPA juga mengajukan permohonan untuk mendukung perbaikan kinerja MPA di antaranya adalah permohonan penambahan alat-alat pemadaman, permohonan pelatihan kegiatan pemadaman untuk penyegaran kembali bagi anggota MPA. Kemudian di MPA Kita Bersatu, Kecamatan Lolongguba juga mengusulkan penggantian personil MPA karena salah satu anggota mereka ada yang meninggalkan desa untuk menempuh pendidikan, sehingga perlu digantikan. Setelah supervisi dilakukan, kegiatan patroli dilakukan di daerah yang rawan terbakar. Daerah ini adalah daerah pegunungan yang berbukit dengan vegetasi didominasi oleh semak belukar yang cukup mudah terbakar, apalagi mengingat masyarakat lokal yang masih menggunakan api untuk membersihkan lahan serta berburu.

Editor : Wilda Pratiwi

karhutmalu1

 

membagi informasi ini: