Cegah Karhutla, Selamatkan Masa Depan

 Cegah Karhutla, Selamatkan Masa Depan

masdep1

KLHK selenggarakan jalan santai dalam rangka kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Kampanye dengan slogan "Membakar Hutan dan Lahan Tak Punya Hati, Membiarkannya Tak Punya Nyali, Cegah Karhutla Demi Menyelamatkan Masa Depan" dikemas berupa acara jalan santai. Acara diselenggarakan Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur, pagi tadi (13/05/2018).

Pelaksanaan jalan santai diprakarsai KLHK didukung oleh para pihak, seperti Pemerintah Daerah Kecamatan Loa Janan, Polsek dan Koramil Loa Janan, KPH Meratus, beberapa perusahaan pemegang konsesi kehutanan, pemilik usaha dagang, dan masyarakat setempat.

Ratusan masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Loa Janan dan juga ratusan siswa sekolah berbondong-bondong ke lapangan Loa Janan menyemarakkan acara jalan santai dan kampanye pencegahan karhutla.

Dalam acara tersebut, hadir beberapa narasumber yang menyampaikan materi pencegahan karhutla kepada masyarakat. Salah satunya adalah dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan yang diwakili oleh Kepala Seksi Karhutla, Arsud Noke. Dalam sambutannya, Arsud mengajak masyarakat dan juga para pihak untuk menjaga lingkungan sekitar dari ancaman karhutla. KLHK mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pemerintah dalam pengendalian karhutla terutama di wilayah Kalimantan Timur.

"Dukungan para pihak, seperti TNI, POLRI, dan juga pihak swasta seperti pemegang konsesi kehutanan dan pelaku usaha, serta masyarakat dalam mencegah karhutla menentukan keberhasilan dalam mewujudkan Kalimantan Timur bebas asap", tandas Arsud.

Narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan dampak kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan, baik dampak ekologis, ekonomi, sosial, dan juga stabIlitas negara. Dampak merugikan ini dapat dicegah jika kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi karhutla dan bencana asap.

Dalam acara jalan santai ini, juga hadir Kepala Polsek Loa Janan, Andin Wisnu Sudibyo. Dalam orasinya, Andin menyampaikan bahwa hutan merupakan paru-paru dunia yang harus dijaga, termasuk dari ancaman karhutla. Membakar hutan dan lahan merupakan tindak pidana, dimana bagi siapa saja yang melakukannya akan dikenai sanksi hukum. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tidak melakukan aktivitas membakar hutan dan lahan.

Komramil Loa Janan, Agung Subakti juga berkesempatan mengajak masyarakat untuk mencegah karhutla. Di Kecamatan Loa Janan telah dibentuk posko Pengendalian Karhutla yang siap siaga mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

"Membakar hutan dan lahan harus dihentikan demi anak cucu kita", ajak Agung.

Pemilik UD Firza, Jamhari, sebagai salah satu pendukung acara jalan santai ini pun turut menyampaikan orasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla.

"Bersama kita bisa cegah kebakaran hutan dan lahan", tandas Jamhari mengakhiri orasinya.

Acara jalan santai juga dimeriahkan dengan hiburan organ tunggal serta pembagian doorprise kepada peserta jalan santai yang memegang kupon. Hal ini tentu sangat menarik masyarakat untuk mengikuti acara ini.

Hadir tamu undangan dalam acara jalan santai, kampanye pencegahan karhutla ini antara lain perwakilan dari instansi lingkup provinsi Kalimantan Timur, seperti Dinas LH, Dinas Perkebunan dan Pertanian, BPBD, TNI, POLRI, UPT lingkup KLHK, beberapa KPH di Kalimantan Timur, Kepala Desa lingkup Kecamatan Loa Janan, dan juga beberapa pemilik usaha dagang.

Sementara itu, pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Sabtu (12/05/2018) pukul 20.00 WIB, berdasarkan Satelit NOAA mendeteksi ada satu hotspot di Jawa Tengah. Sementara Satelit TERRA-AQUA (NASA) mendeteksi ada tiga hotspot, satu titik di Nusa Tenggara Barat dan dua titik di Nusa Tenggara Timur.

masdep2

membagi informasi ini: