Manggala Agni Daops Tinanggea Tingkatkan Sinergi Dengan Polda Sultra

Manggala Agni Daops Tinanggea Tingkatkan Sinergi Dengan Polda Sultra

Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK-Manggala Agni Daerah Operasional Tinanggea Sulawesi Tenggara terus tingkatkan sinergi dengan POLDA Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Polda Sultra bersama Manggala Agni Daops Tinanggea lakukan kegiatan patroli udara, sosialisasi BINA KARUNA dan Kampanye Gerakan Pencegahan Pembakaran Hutan dan Lahan (GERAPPHULA) (03/04/2018).

Patroli udara dilakukan dengan menggunakan heli Polda Sultra pada dua kabupaten rawan, yaitu Kabupaten Bombana dan Konawe Selatan. Kegiatan sosialisasi dan kampanye pencegahan karhutla dilaksanakan di Kantor Daops Tinanggea. Dalam rangkaian kegiatan itu, Direktur Binmas Polda Sultra didampingi Kepala Manggala Agni Daops Tinanggea terjun langsung bersama-sama dengan tim di lapangan.

Kegiatan sosialisasi dan kampanye dikemas dengan acara sederhana namun penuh suasana kekeluargaan. Diawali dengan olahraga senam zumba dan maumere oleh seluruh peserta yang dipimpin oleh para Polwan Polda Sultra dan anggota Manggala Agni. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari masyarakat sekitar, POLRI, TNI, Kejaksaan, BPBD, regu damkar, KPH, petugas Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, dan para pelajar. Mereka juga dibagi leaflet informasi karhutla serta diberikan pengenalan beberapa alat pemadaman karhutla di halaman Markas Manggala Agni Daops Tinanggea. Acara sosialisasi dan kampanye ditutup dengan penandatanganan petisi dukungan GERAPPHULA oleh seluruh peserta yang hadir.

  

Dalam kesempatan itu, Direktur Binmas Polda Sultra, Erfan Prasetyo dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya kesadaran segenap lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan demi masa depan bangsa.

Kepala Manggala Agni DaopsTinanggea selaku penanggung jawab acara, Yanuar Fanca Kusuma menyampaikan ucapan terima kasih atas peran serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam mencegah terjadinya karhuta dalam beberapa bulan terakhir ini sehingga intensitas karhutla menurun.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak terkait yang telah membantu dalam upaya pemadaman saat terjadinya karhutla di wilayah Sulawesi Tenggara. Sinergi yang sudah terjalin baik ini semoga tetap terjaga dalam upaya-upaya pencegahan yang seperti yang dilakukan saat ini’’, tambah Yanuar.

Sementara pantauan Posko Pengendalian Karhutla KLHK pada Selasa, 3 April 2018, pukul 20.00 WIB, berdasarkan satelit NOAA-19 tidak terpantau hotspot, sedang Satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat tiga hotspot, dua titik di Sumatera Barat dan satu titik di Sulawesi Selatan.

Tags: Pengendalian Kebakaran Hutan

membagi informasi ini: