• Beranda
  • Berita
  • IDENTIFIKASI CALON KAMPUNG IKLIM DI DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN NEGERI LEAHARI KECAMATAN LEITIMUR SELATAN KOTA AMBON PROVINSI MALUKU

IDENTIFIKASI CALON KAMPUNG IKLIM DI DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN NEGERI LEAHARI KECAMATAN LEITIMUR SELATAN KOTA AMBON PROVINSI MALUKU

IDENTIFIKASI CALON KAMPUNG IKLIM

DI DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

  NEGERI LEAHARI KECAMATAN LEITIMUR SELATAN KOTA AMBON PROVINSI MALUKU

Kegiatan yang terkait dengan aksi peduli dan penyelamatan lingkungan sudah sejak dahulu dilakukan oleh masyarakat Negeri Leahari, sedangkan kegiatan yang terkait dengan perubahan iklim juga sudah dilaksanakan oleh masyarakat dalam kurun waktu 4 tahun terakhir setelah banjir melanda negeri Leahari (tahun 2012) secara swadaya, sehingga pemerintah Kota Ambon menetapkan Negeri Leahari di Kecamatan Leitimur Selatan sebagai Kampung Iklim melalui SK Penetapan oleh Wali Kota Ambon (Bpk. Richard Louhenapessy, SH)  hal ini dituturkan oleh Bapak Ernes Makattita (Raja Negeri Leahari) kepada Tim dari BPPIKHL Wilayah Maluku Papua dalam persiapan pelaksanaan  “ Identifikasi Calon Kampung Iklim di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan” di Negeri Leahari.

Maksud dan tujuan dari kegiatan Identifikasi Calon Kampung Iklim di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan adalah mendorong masyarakat untuk melakukan peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan penghargaan terhadap upaya-upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi  wilayah teristimewa pada daerah-daerah yang rawan akan kebakaran hutan dan lahan.

Negeri Leahari rentan terhadap masalah yang terkait dengan lingkungan hidup dan perubahan iklim seperti banjir, banjir rob, kebakaran hutan dan lahan, hal ini disampaikan oleh masyarakat pada sesi tanya jawab dalam pertemuan bersama dengan BPPIKHL Wilayah Maluku Papua, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Raja Negeri Leahari, Kepala Kewang, Saniri Negeri, pendeta, kelompok masyarakat yang telah di bentuk oleh Usaid APIK dan masyarakat Negeri Leahari.

Dalam pertemuan tersebut persyaratan terkait dengan pengisian data Sistim Registri Nasional (SRN) sesuai Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Nomor : P.1/PPI/SET/KUM.1/2/2017 tentang pelaksanaan Program Kampung Iklim agak sulit diterapkan semuanya di wilayah Indonesia Timur apalagi di Provinsi Maluku yang merupakan daerah kepulauan.

Walapaun demikian , hasil identifikasi Tim, Negeri Leahari yang rentan dengan banjir, abrasi, kebakaran hutan dan lahan masih membutuhkan Inovasi-inovasi baru terkait dengan permasalahan tersebut.

Kegiatan adaptasi mitigasi perubahan iklim yang telah dilaksanakan oleh masyarakat negeri Leahari antara lain : penanaman di areal bekas kebakaran hutan dan lahan, pembersihan dan penanaman di sekitar sumber mata air, pembuatan bak sampah secara swadaya oleh masyarakat, pembuatan talud penahan ombak, pembuatan apotik hidup di pekarangan rumah masyarakat.

Pendampingan oleh LSM pemerhati lingkungan dan perubahan iklim (APIK USAID) sangat membantu  meminimalisir tingkat resiko bencana yang terjadi di Negeri Leahari dengan berbagai kegiatan yang dilakukan. kelompok masyarakat yang dibentuk adalah (Kelompok Kerja Walang Perempuan)

Akhir kata saya mau sampaikan

KALAU BERLAYAR KE UTARA

MEMANG BADAI TAK DAPAT DI DUGA

SAATNYA MALUKU PAPUA ANGKAT SUARA

SELAMATKAN LINGKUNGAN SEKARANG JUGA

NEGERI LEAHARI, 28 Agustus 2017

Editor : NOVLY LAISINA, S.Hut

membagi informasi ini: