Manggala Agni Terus Berusaha Mengendalikan Karhutla

 Jakarta, 11 September 2017. Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diupayakan oleh Brigade Dalkarhutla KLHK – Manggala Agni. Manggala Agni Daops Tinanggea bekerjasama dengan Staff TN Rawa Aopa, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) kembali melaksanakan pemadaman pada dua lokasi yang berbeda di Kawasan TNRAW Simpang Hukaea  (Kec. Lantari Jaya, Kab. Bombana) dengan luas terbakar 28,858 Ha dan 17,400 Ha. Vegetasi yang terbakar meliputi alang-alang, serasah,dan semak belukar, Minggu (10/9/2017).

Di Jambi, Manggala Agni Daops Bukit Tempurung melaksanakan pemadaman di Kelurahan Simpang Tuan Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan luas kebakaran ± 4 Ha. Kebakaran yang terjadi di Bukit tempurung ini merupakan kebakaran permukaan dan dalam karena wilayah tersebut terdapat gambut tipis.

Di Sumatera Selatan, Manggala Agni melaksanakan pemadaman pada dua lokasi di Desa Sungai Rambutan (Kec. Indralaya Utara, Kab.Ogan Ilir) dengan luas areal terbakar ± 1,5 Ha. Pemadaman dilaksanakan oleh Manggala Agni dibantu oleh TNI, Polri, MPA dan BPBD. Lokasi kedua, di Desa Sungai Jeruju Jalur 2 dengan luas areal terbakar ± 2 Ha.

Sedangkan di Kalimantan Tengah, Manggala Agni Daops Pangkalan Bun berhasil memadamkan kebakaran di Desa Sebuai Timur (Kec. Kumai, Kab. Kobar) dengan luas areal terbakar ± 4 Ha. Laporan dari lapangan menyebutkan vegetasi yang terbakar adalah semak belukar dan kayu-kayu kecil dengan Janis tanah gambut.  Luas lahan terbakar 4 Ha. Api berhasil dipadamkan.

Sementara di Kalimantan Barat, Manggala Agni melaksanakan Groundcheck di tiga lokasi kebakaran hutan dan lahan. Hasil groundcheck menemukan kebakaran lahan dengan akumulasi luas ± 2,5 Ha, dari lokasi kebakaran lahan yang berada di sekitar kebun karet dan sawit tujuan pembakaran adalah pembukaan lahan untuk berladang.

Manggala Agni Daops Banjar, Kalimantan Selatan, melakukan pemadaman di Lokasi Sidomulyo depan Bandara (Kel. Landasan Ulin Timur, Banjarbaru) luas areal yang terbakar ± 30 ha. Selain itu pemadaman juga dilakukan oleh Manggala Agni Daops Tanah Laut  di Desa Gunung Raja (Kec. Tambang Ulang, Kab. Tanah Laut) dengan luas areal terbakar ± 7 Ha.

“Melihat prediksi SPBK yang mengindikasikan sebagaian besar wilayah di indonesia sangat mudah terbakar maka pada setiap lokasi yang terpantau hotspot oleh satelit NOAA dan Terra Aqua/Nasa harus segera dilakukan groundcheck oleh Manggala Agni. Manggala Agni dan para pihak terkait di seluruh wilayah Indonesia harus selalu siap siaga melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan”, ungkap Raffles B. Panjaitan.

Prediksi SPBK hari ini menunjukan sebagian besar wilayah di Indonesia berada pada kondisi sangat mudah terbakar. Sedangkan untuk tingkat kesulitan pengendalian kebakaran hutan dan lahan berada pada tingkat aman-tidak sulit. Tidak hanya di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang selama ini menjadi fokus upaya pengendalian karhutla, wilayah lain seperti Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua juga tetap harus diwaspadai.

Hasil pemantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, 10 September 2017, pada Satelit NOAA19 terpantau 20 titik panas (hotspot) dengan rincian Provinsi Jambi 1 hotspot (Kab. Tebo); Sumsel 13 hotspot (Kab. OKU, Musirawas, PALI, OKI, OKU Timur, Muara Enim); Babel 1 hotspot (Kab. Bangka Tengah); Lampung 2 hotspot (Kab. Lampung Timur, Way Kanan); Jawa Barat 3 hotspot (Kab. Sukabumi, Indramayu).

Dengan demikian, berdasarkan Satelit NOAA untuk periode tanggal 1 Januari – 10 September 2017 total hotspot 1.794 titik. Pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 2.518 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 724 titik / 28,75%).

Sedangkan informasi hotspot berdasarkan Satelit TERRA AQUA (NASA), terpantau 15 hotspot dengan rincian Kalsel 7 hotspot (kab. Tapin, Kotabaru, Balangan, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru); Papua 4 hotspot (Kab. Merauke); Sulawesi Selatan 1 hotspot (Kab. Selayar); NTT 3 hotspot (Kab. Ngada, Sumba Timur).

Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level >80% periode tanggal 1 Januari –  10 September 2017 Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% sebanyak 1.107 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.171 titik (berarti terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 2.064 titik / 65,09%).

Pemadaman_di_Tinanggea_3.jpeg WhatsApp_Image_2017-09-10_at_20.00.17.jpeg

 

 

membagi informasi ini: