• Beranda
  • Berita
  • SOSIALISASI PROGRAM KAMPUNG IKLIM BERBASIS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PROVINSI MALUKU

SOSIALISASI PROGRAM KAMPUNG IKLIM BERBASIS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PROVINSI MALUKU

Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua

SOSIALISASI PROGRAM KAMPUNG IKLIM BERBASIS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI PROVINSI MALUKU

Ambon, 21 Juni 2017

“Beta ini kewang Haruku, Beta janji berulang kali, katong ini orang Maluku, merusak lingkungan itu Pamali”.

Penggalan syair pantun nan indah dan penuh makna lepas keluar dari bibir mulut kepala Kewang (Polisi Hutan Tradisional/Penjaga lingkungan laut dan darat) Negeri Haruku, Eliza Kissya. Om Ely –sapaan akrab beliau- mengawali sesi tanya jawab hari itu dalam acara ”Sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) Berbasis Kebakaran Hutan dan Lahan di Ambon Provinsi Maluku” yang diselenggarakan oleh Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua.

Antusiasme dan harapan para pemangku kepentingan terkait, instansi pemerintah dan kelompok masyarakat dalam merespon kegiatan Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua di Ambon Provinsi Maluku ini sangat baik, Hal ini ditandai dengan banyaknya peserta sosialisasi yang terlibat, dari semua pihak yang diundang serta juga semangat yang berapi-api pada saat sesi diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 Juni 2017 melibatkan semua instansi (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku), kelompok masyarakat, Asosiasi Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIKI) Region Maluku dan beberapa UPT Kementerian LHK terkait yang ada di Ambon. Kurang lebih 30 (tiga puluh) orang peserta yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut menurut Ketua Panitia pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Proklim (Franky Tutuarima).

Dalam sambutannya Kadis LH Provinsi Maluku (Ir. Vera Tomasowa, MS) sangat mengapresiasi dan berterimakasih untuk kegiatan Sosialisasi Proklim yang dilakukan oleh Balai  PPIKHL- Wilayah Maluku Papua. Beliau berharap melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dapat bersinergi bersama dan fokus pada upaya-upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di wilayah Provinsi Maluku

Pada sisi yang lain, beliau menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini, Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku adalah merupakan pihak yang berkepentingan yang perlu memahami resiko dari perubahan iklim dan kebakakan hutan dan lahan, terutama resiko pada setiap daerah-daerah atau kampung yang rentan terhadap pengaruh perubahan iklim dan rawan kebakaran hutan dan lahan sehingga dapat tanggap dalam melakukan aksi-aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Kegiatan Sosialisasi yang baru pertama kali dilaksanakan di ibu kota Provinsi Maluku yang terkenal dengan slogan “Ambon Manise” ini disemarakan dengan nara sumber yang handal, kompeten dan kapabel dibidang Perubahan Iklim, antara lain: Kepala Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua (Christian Mambor, S.Hut), Dr. Ir. Israr Albar, MScFor (Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim Ditjen PPI) dan yang terakhir Kepala Seksi Perubahan Iklim Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua (Marthen Baturante).

Kembali pada penggalan pantun Om Ely di atas, dalam kesempatan yang sama beliau menyampaikan bahwa Haruku sangat layak untuk didaftarkan dan diusulkan sebagai Kampung Iklim. Di Negeri Haruku telah tersedia pusat pendidikan & perpustakaan lingkungan, konservasi burung Maleo. Pada tahun ini Haruku berencana melepaskan satwa Maleo sebanyak 128 ekor ke alam. Haruku juga memiliki kewang, aturan sasi (sasi Ikan Lompa yang cukup terkenal) dan ratusan anakan cengkih. Om Ely  bahkan sudah menulis dan menerbitkan beberapa tulisan dan buku (Sasi Aman Haruku dan Kapata Negeri Haruku). Harapan Om Ely ke depan ada perhatian lebih terhadap lingkungan khususnya di Negeri Haruku.

Kegiatan Sosialisasi Proklim yang berlangsung alot dan dinamis itu, ditutup pada pukul 16.00 BTWI secara resmi oleh Kepala Balai PPIKHL Wilayah Maluku Papua dengan harapan seluruh peserta dapat memahami, mengenai perubahan iklim dan Proklim serta prosedur pendaftaran Proklim. Disamping itu diharapkan dapat menjadi katalisator yang potensial bagi wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku dalam pengenalan dan pengembangan Proklim demi pelaksanaan program-progrm Pengendalian Perubahan Iklim yang lebih baik di Provinsi “Seribu Pulau” ini,.

Biz Hotel, Ambon, Rabu 21 Juni 2017

Editor : Franky Tutuarima

 

 

membagi informasi ini: