NDC Kick Off: Translating NDC into Actions

Di bawah dua derajat merupakan target 197 negara anggota UNFCCC dalam upaya pengendalian perubahan iklim global. Pemanasan global  dengan threshold dua derajat setara dengan jumlah gas rumah kaca 450 PPM  di atmosfer.  Pada tahun 2015,  para pakar memperkirakan volume gas rumah kaca di atmosfer telah menyentuh angka 400 PPM, menambah kekhawatiran masyarakat dunia terhadap potensi dampak pemanasan global yang juga telah terasa di Indonesia ditandai dengan frekwensi kejadian banjir, longsor, angin ribut dan kebakaran hutan.  Pada tahun 2015 pula, negara anggota menghasilkan konsensus  regime pengendalian perubahan iklim global baru yang didokumentasikan dalam Perjanjian Paris.  Untuk mengendalikan “produksi” gas rumah kaca dari aktifitas manusia (antropigenik caused),  Perjanjian Paris mengamanatkan pelaksanaan Nationally Determinded Contribution (NDC) yang berisi rencana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di setiap negara anggota, termasuk Indonesia.  Hari ini, 27 April 2016. KLHK sebagai “National Focal Point untuk UNFCCC” mengundang pemangku kepentingan untuk menghadiri Kick off Meeting pelaksanaan NDC.  Acara ini akan memberikan informasi tentang status terkini dan langkah nyata penyiapan pelaksanaan NDC, langkah penjabaran lebih lanjut kebijakan dan aksi mitigasi di setiap kategori sektor dan adaptasi di setiap kategori wilayah. 

Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya dalam sambutannya mengatakan kita semua berkumpul hari ini untuk mengingatkan kembali target penurunan emisi yang sudah dijanjikan kepada global. Walupun kita juga termasuk negara yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim,  kita juga wajib berkontribusi dalam statbilisasi volume gas rumah kaca di atmosfer.  Target Indonesia yang sudah dijanjikan di dalam NDC adalah menurunkan emisi GRK sebesar 29% sampai 41% dengan bantuan international.  NDC merupakan bagian penting dari Perjanjian Paris yang telah kita ratifikasi dengan UU no.16 pada Tanggal 28 Oktober 2016. Lebih lanjut beliau mengatakan di dalam NDC ada lima sector utama yang telah dihitung bersama target penurunan emisinya termasuk hutan dan lahan (17,20%), energy (11%), limbah (0,38%), industrial process and product used/IPPU (0.10%) dan pertanian  (0,32%).  Setelah kita menyampaika komitmen mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui NDC,  kini saatnya untuk mengimplementasikannnya secara bertahap dalam bingkai konsititusi dan kerangka Nawacita agar pada periode 2020 – 2030 kita sudah dalam “track” yang benar.  Walaupun modalitas, procedure dan guidance untuk implementasi Perjanjian Paris akan diputuskan pada COP 24 tahun 2018,  kita sudah harus mempersiapkannya. Presiden RI telah menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi, Lanjut Ibu Siti.

Lebih lanjut Ibu Siti mengatakan pelaksanaan NDC akan menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus dapat menjaga hutan, melindungi lingkungan, mengembangkan energy terbaharukan, meningkatkan transportasi berkelanjutan, pertanian  rendah emisi, meningkatkan ketahanan pangan, industri yang ramah lingkungan serta pengelolaan limbah terpadu.  Intinya melaksanaakan NDC,  kita akan memperoleh added value tanpa disadari termasuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan berkelanjutan dan yang paling penting perbaikan tata kelola pemerintahan bidang lingkungan dan perubahan iklim, kata Ibu Siti.  Ibu siti juga mengingtakan bahwa komitmen pelaksanaan NDC tidak hanya pemerintah tapi juga pemerintah daerah, swasta,  LSM dan stakehodker lainnya dimana KLHK sebagai “National Focal Point Indonesia untuk UNFCCC” telah menyusun DRAFT strategi implementasi NDC yang akan dikomunikasikan dengan pemangku kepentingan di Indonesia. 

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim,  Dr. Nur Masripatin mengatakan untuk mendukung monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan capaian NDC,  KLHK melalui Ditjen PPI telah menyediakan wadah registrasi aksi-aksi mitigasi dan adaptasi serta dukungan internasional berupa Sistem Registri Nasional (SRN).  Selain itu, melalui Ditjen PPI, KLHK telah menyiapkan strategi implementasi NDC yang terdiri dari 9 program mulai dari membangun ownership dan komitmen semua pihak sampai “Review and Adjustment NDC”.  Strategi implementasi NDC akan memudahkan setiap pemangku kepentingan terutama kementerian dan lembaga untuk menyusun aksi-aksi bersama pemangku kepentingan masing-masing, lanjut Ibu Nur.

Tags: Sekretariat Direktorat Jendral, Mitigasi Perubahan Iklim

membagi informasi ini: