• Beranda
  • Berita
  • Tingkat Emisi Rujukan Deforestasi dan Degradasi Hutan (Forest Reference Emission Level)

Tingkat Emisi Rujukan Deforestasi dan Degradasi Hutan (Forest Reference Emission Level)

Download Here

Indonesia secara sukarela telah menyiapkan dan bersiap menyampaikan Dokumen Nilai Emisi Rujukan untuk Kehutanan (National Forest Reference Emission Level) pada COP 21 Konvensi Perubahan Iklim. Dokumen ini disusun sebagai acuan bagi results-based-payments dari berbagai aktivitas REDD+ di Indonesia.
Dokumen FREL secara resmi dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 18 September 2015. Dokumen FREL ini adalah penyempurnaan dari dokumen FREL sebelumnya yang dibangun oleh tiga inisiatif terpisah, meliputi:

  1. Second National Communication (SNC) pada tahun 2011
  2. Dokumen Kementerian Kehutanan sesuai dengan SK Menhut 633/2014.
  3. Dokumen BP-REDD+ (National Forest Reference Emission Level for Deforestation and Forest Degradation in the Context of the Activities Referres to in Decision 1/Cp.16, Paragraph 70 (REDD+) Under the UNFCCC: A Reference for Decision Makers) pada 2015.

Sebagai dokumen strategis yang akan disampaikan pada COP 21 maka dalam penyusunannya dokumen FREL ini disusun dengan mengikuti persyaratan COP, sesuai panduan penilaian teknis dan sesuai penerapan prinsip-prinsip transparansi, akurasi, kelengkapan dan konsistensi.

Proses konstruktif, partisipatif, transparan dan ilmiah

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkoordinasi dengan berbagai ahli lintas kementerian/lembaga, organisasi dan komunitas sosial melalui suatu proses yang konstruktif, partisipatif, transparan dan berbasis ilmiah dalam menyusun dokumen FREL ini. Penyusunan dokumen FREL ini mengutamakan pendekatan bertahap yang memungkinkan Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas FRELnya melalui pembaruan informasi. Harapannya FREL Indonesia akan terbangun menjadi dokumen komprehensif yang memuat data lengkap dan termuktahir dengan metodologi yang lebih baik termasuk melengkapi pools dan gases jika memungkinkan. Langkah ini sejalan dengan keputusan 1/CP.16, ayat 71.

Ketersediaan Data

Nilai FREL akan menjadi dasar penilaian keberhasilan Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumh kaca dari sektor kehutanan. Cakupan FREL adalah seluruh wilayah Indonesia dengan mempertimbangkan ketersediaan data dan konsistensi penyediaanya. Data yang digunakan adalah data tutupan hutan alam seluruh wilayah Indonesia pada tahun 1990 yang mencakup kelas hutan primer dan hutan sekunder (hutan yang telah menunjukkan indikasi gangguan aktifitas manusia) seluas 113.2 juta hektar atau mencakup 60% dari luas wilayah Indonesia. Sementara itu status lahan tidak digunakan sebagai pertimbangan.

Lahan gambut yang tidak berhutan untuk sementara tidak dimasukkan dalam FREL namun telah tercakup pada oleh Biennial Update Report (BUR).

Dokumen FREL menitikberatkan pada dua aktivitas utama terkait aktivitas kegiatan berbasis lahan di lahan berhutan yaitu deforestasi dan degradasi hutan. Data Above ground biomass dan soil carbon khususnya gambut telah ditentukan sebagai pools dan gas CO2 ditentukan sebagai gas. Untuk menjamin terpenuhinya prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, FREL hanya menggunakan data yang merupakan hasil dari sistem pemantauan hutan dan lahan resmi yang operasional di Indonesia serta merupakan bagian dari jaringan data nasional. Hal ini juga dimaksudkan untuk mendukung berbagai proses review dokumen FREL oleh UNFCCC.

Dokumen FREL ini menggunakan data aktivitas (DA) dan factor emisi terbaru dan periode data yang lebih panjang yaitu 1990-2012. Faktor emisi yang dimaksud adalah penyempurnaan dari hasil inventarisasi hutan nasional (NFI). Secara sistematis, data plot NFI akan menangkap keanekaraaman jenis dan tipe hutan yang mewakili ekosistem Indonesia. Sehingga hasil penghitungan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan yang dihasilkan akan lebih kuat (robust).

Lebih lanjut tentang Dokumen FREL dapat dilihat selanjutnya pada publikasi di bawah ini.

Tags: Inventaris GRK dan Monitoring Pelaporan dan Verifikasi

membagi informasi ini: